BKN Minta Peserta SKD CPNS Datang 1,5 Jam Lebih Awal, Ada Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 20 320 2171336 bkn-minta-peserta-skd-cpns-datang-1-5-jam-lebih-awal-ada-apa-U2H2XfYnkN.jpg SKD CPNS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan kembali bagi peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS formasi 2019 agar tidak datang telat. Pasalnya, ada beberapa alasan peserta harus datang jauh lebih awal dari waktu pelaksanaannya.

Mengutip instagram BKN, Jakarta, Kamis (20/2/2020), BKN mengingatkan bagi peserta SKD supaya hadir di lokasi 90 menit sebelum jadwal tes. Padahal sebelumnya, BKN mengingatkan datang minimal 60 menit.

 Baca juga: BKN: Tes SKD CPNS 2019 Hingga Kini Berjalan Lancar dan Transparan

Mungkin peserta SKD mempertanyakan hal tersebut. Oleh sebab itu, BKN memberikan penjelasan akan waktu datang lebih awal tersebut.

"Lama itu relatif dan waktu 90 menit sebelum pelaksanaan tes akan terasa sangat singkat karena ada beberapa proses yang harus dilalui peserta, seperti menitipkan barang, cek nomor urut registrasi, registrasi, menonton video petunjuk, hingga antri memasuki ruang ujian," kutip keterangan BKN tersebut.

 Baca juga: Ujian SKD CPNS Istana Dipantau Bos BKN, Ada Apa?

Sebelumnya, Sebagai informasi, BKN sebelumnya mencatat sebanyak 180.861 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 per 7 Februari 2020 gagal mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Faktor utama kegagalan keikutsertaan CPNS dalam tes SKD ini disinyalir adalah terlambat sampai ke titik lokasi (tilok) ujian.

“Keterlambatan menjadi salah satu alasan tertinggi ketidakhadiran. Untuk itu diinformasikan kepada seluruh peserta yang akan mengikuti SKD untuk hadir minimal 60 menit sebelum jam dimulai masuk ke ruang tes. Hal itu sesuai ketentuan tata tertib yang tertuang dalam Peraturan BKN Nomor 50 tahun 2019,” ungkap Plt Kepala Biro Humas BKN Paryono.

"Jangan gara-gara kamu perhitungan dengan waktu, jadi gagal mengikuti SKD. #ASNKiniBeda anti mepet!," tutup BKN.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini