Share

Progres Bendungan Kering Pertama RI, si Pengendali Banjir Jakarta

Vania Halim, Okezone · Jum'at 21 Februari 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 320 2171978 progres-bendungan-kering-pertama-ri-si-pengendali-banjir-jakarta-dvmaV9Btgz.png Bendungan Ciawi. (Foto: Okezone.com/Instagram/Kementerian PUPR)

JAKARTA - Bendungan Ciawi merupakan bagian dari rencana induk (master plan) pengendalian banjir Jakarta. Hingga kini progres konstruksinya mencapai 45%.

Melansir keterangan Kementerian PUPR, dalam akun Instagramnya, Jumat (21/2/2020), Bendungan Ciawi merupakan salah satu bendungan kering pertama di Indonesia. Progres fisik hingga saat ini telah memasuki pengerjaan utama yang ditandai dengan pengelakan aliran sungai Ciliwung.

Baca Juga: Habiskan Rp1,3 Triliun, Bendungan Karian Bakal Jawab Persoalan Banjir di Banten

Pengelakan aliran sungai merupakan hal yang penting dilakukan pada awal pembangunan agar pembangunan bendungan utama dapat dilaksanakan.

Untuk mempercepat pengerjaan, ini, dilakukan pembagian shift menjadi 3 shift pekerja, sehingga pembangunan tetap dapat berjalan lancar dan keselamatan pekerja dapat terjaga.

Saat ini progres fisik pembangunan Bendungan Ciawi sudah 45% dan diperkirakan keseluruhan konstruksinya akan selesai pada akhir 2020. Diharapkan bendungan ini dapat beroperasi pada Mei 2021.

Baca Juga: Bendungan Keureuto Aceh Berpotensi Hasilkan Sumber Listrik 6,34 Mw

Pembangunannya saat ini meliputi pekerjaan bendungan utama (galian tubuh bendungan, grouting tubuh bendungan, timbunan main cofferdam), bangunan pelimpah (proses pembebasan lahan, clearing dan grubbing, penggalian tebing spillway), hidromekanikal (pengadaan maintenance gate), pembangunan fasilitas umum, clearing area lahan, dan bottom outlet (galian bottom outlet, pengecoran, pengalihan anak sungai, pekerjaan jalan OP).

Kontrak pekerjaan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dan PT Sacna.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Bendungan Ciawi direncanakan memiliki volume tampung 6.05 juta m3 dan luas genangan 39.40 hektar dengan biaya pembangunan sebesar Rp 798,7 miliar. Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung.Terselesaikannya pembangunan Bendungan Ciawi akan mereduksi banjir sebesar 111,75 m3 per detik.

Di wilayah hulu, selain Bendungan Ciawi juga dibangun Bendungan Sukamahi dengan volume tampung sebesar 1,68 juta m3 dan luas area genangan 5,23 hektar dan saat ini progresnya telah mendekati 40%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini