Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Terkini SKD CPNS, Ternyata Banyak yang Tak Hadir

Vania Halim , Jurnalis-Sabtu, 22 Februari 2020 |06:31 WIB
Fakta Terkini SKD CPNS, Ternyata Banyak yang Tak Hadir
SKD CPNS (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 2019 kembali diingatkan untuk tidak lupa membawa persyaratan dan tidak terlambat. Hal ini bisa menggagalkan peserta untuk mengikuti tes tersebut.

Seperti tes CPNS Sekretariat Kabinet (Setkab) dan Kementerian Sekretariat Negara yang akan segera dilakukan. Peserta diharapkan hadir di lokasi pelaksanaan SKD selambat-lambatnya 90 menit sebelum jadwal.

Berikut Okezone telah merangkum fakta terkini SKD CPNS, Sabtu (22/2/2020) :

 Baca juga: Cegah Jual Beli Jabatan, BKN Terbitkan Standar Penyelenggaraan Penilaian Kompetensi

1. 62 Instansi Belum Gelar SKD CPNS

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat hingga hari ini ada sekitar 329 instansi yang sudah menyelenggarakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2019. Angka tersebut terdiri dari 20 Instansi pusat dan 309 pemerintah daerah.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan saat ini seleksi kompetensi dasar masih terus berlanjut. Untuk instansi pusat ditargetkan bisa rampung akhir februari dan untuk daerah ditargetkan rampung pada awal Maret.

Lalu ada 62 instansi yang belum melakukan tes sama sekali. Angka tersebut terdiri dari 6 pemerintah pusat dan 56 instansi daerah.

“Ada 62 instansi yang belum melaksanakan ujian karena memang belum jadwalnya,” kata Bima.

 Baca juga: Terkuak Fakta, Peserta Ujian SKD CPNS Masih Banyak yang Bawa Jimat

2. 130 Instansi Masih Melakukan Tes

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyatakan sebanyak 130 instansi masih melangsungkan tes. Adapun rinciannya adalah 39 instansi di pemerintah pusat dan 91 di Instansi daerah.

Nantinya lanjut Bima, pemerintah menjadwalkan tahapan SKD akan berlangsung hingga pekan pertama Maret 2020 dan akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada akhir Maret – April 2020. Tentunya didahului dengan pengumuman hasil SKD pada pertengahan Maret 2020.

“Setelah ini ada pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB),” ucap Bima.

Baca juga: Kisah Unik dan Lucu Versi Bos BKN Selama SKD CPNS

3. 287.965 Peserta Tak Hadir SKD

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyayangkan banyak peserta yang tidak hadir dalam tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2019. Berdasarkan data BKN, ada sekitar 287.965 peserta yang tidak hadir pada tes SKD tahun ini.

Adapun rinciannya adalah 114.959 peserta yang tidak hadir di Kementerian dan Lembaga Pemerintah Pusat. Serta 173.006 peserta yang tidak hadir merupakan pelamar instansi pemerintah daerah.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, dirinya menyayangkan banyak peserta yang tidak hadir. Karena menurutnya, peserta tersebut menutup peluang peserta yang berminat dan sungguh-sungguh untuk menjadi PNS.

“Kami berharap para peserta tidak menggunakan proses CPNS untuk coba coba. Kasihan teman teman lain yang berkeinginan jadi CPNS jadi terhambat,” ujar Bima dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

4. Tingkat Kelulusan Tertinggi di Yogyakarta

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat, tingkat kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun Anggaran 2019 cukup tinggi. Hingga kini, angka kelulusan SKD CPNS 2019 mencapai 42,67%.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, tingkat kelulusan yang tertinggi untuk instansi di Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 74,95%. Kemudian di tempat kedua ada Pemerintah Kabupaten Sleman dengan tingkat kelulusan mencapai 70,50%.

Di tempat ketiga dan keempat Pemerintah Kota Malang dan Kota Kediri dengan tingkat kelulusan masing-masing 68,65% dan 68,04%. Lalu posisi lima ada Pemerintah Kabupaten Temanggung dengan tingkat kelulusan 67,63%.

Menurut Bima, instansi dengan tingkat kelulusan tinggi ini memiliki keuntungan tersendiri. Sebab instansi tersebut mendapatkan tenaga-tenaga yang kompeten dan berkualitas.

5. Ada Cerita Lucu Saat SKD CPNS

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, salah satu peserta yang memiliki cerita unik adalah ketika yang bersangkutan tidak menggunakan sepatu berwarna hitam. Sedangkan untuk ikut tes, harus menggunakan sepatu pantofel berwarna hitam.

“Ada yang menggunakan sepatu warna cokelat. Waduh panik dia, kemudian dipinjamkan lakban akhirnya boleh masuk. Banyak hal lucu,” ujar Bima saat ditemui di Kantor Pusat BKN.

Lalu ada juga yang memiliki cerita salah menggunakan celana. Ketika itu, peserta SKD justru menggunakan celana merah yang mana seharusnya menggunakan celana hitam.

“Ada yang menggunakan celana berwarna merah. Untungnya saja panitianya baik hati. Tukeran sama panitianya. Kalau panitia tidak ada seperti ini kan mungkin dia akan didiskualifikasi,” jelas Bima.

Peserta

6. Banyak Peserta yang Masih Bawa Jimat

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana masih menemukan peserta yang menggunakan jimat selama SKD CPNS 2019. Padahal sudah dilarang penggunaan jimat dalam SKD CPNS.

“Banyak foto soal jimat yang digeledah. Hari ini masih pakai jimat? Ngapain? Banyak hal-hal lucu yang kami temukan,” kata Bima saat ditemui di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Peserta Ujian SKD CPNS 2019 dilarang membawa barang apapun kecuali kartu ujian dan KTP selama berada di ruang ujian. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 50 Tahun 2019. Peserta percaya jimat dianggap memiliki kesaktian untuk bisa membawa keberuntungan.

7. Peserta yang Tak Datang Tes Akan Dikenakan Sanksi

Badan Kepegawaian Negara (BKN) bakal memberikan sanksi kepada peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tidak hadir dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ataupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Langkah tersebut diambil menyusul banyaknya peserta yang tidak hadir dalam tes SKD pada tahun ini.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, banyak peserta yang menjadikan tes CPNS ini sebagai coba-coba. Oleh karena itu pihaknya akan memberikan sanksi kepada para peserta yang tidak datang ke tempat tes tanpa alasan apapun.

“Dari peserta secara nasional yang tidak datang ke tempat ujian ada hampir 13% atau 12,57%. Ini banyak sekali yang coba-coba saka. Kami akan memberikan sanksi, jadi daftar CPNS ini tidak untuk coba-coba,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Menurut Bima, BKN berencana untuk memblokir Nomer Induk Kependudukan (NIK) peserta tersebut di sistem SSCN. Sehingga peserta tersebut tidak bisa lagi mendaftarkan NIKnya untuk ikut tes CPNS.

8. 3.109 CPNS Ikuti Tes SKD Kementerian Perhubungan

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat sekira 3.109 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Perhubungan Formasi Tahun 2019. Pelaksanaan SKD untuk hari pertama digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu 19 Februari 2020.

Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian Perhubungan Hery Kriswanto mengatakan, untuk bisa sampai ke tahap SKD, peserta sudah berhasil terpilih bersama dengan 29.485 pelamar lainnya yang tersebar di 13 titik lokasi tes di seluruh Indonesia.

“Kementerian Perhubungan berharap, kesempatan untuk bergabung menjadi CPNS dan mengabdi untuk negeri melalui Kementerian Perhubungan digunakan sebaik-baiknya,” katanya. Hery, dikutip dari keterangan BKN, Kamis (20/2/2020).

Hery menambahkan, Kementerian Perhubungan berharap yang terbaik yang bisa lolos hingga diangkat menjadi CPNS. “Do your best and let God do the rest,” tutupnya.

9. Tingkat Kelulusan Kemenlu Jadi yang Tertinggi

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, tingkat kelulusan yang tertinggi untuk instansi pusat dipegang oleh Kementerian Luar Negeri. Untuk pertama kalinya, Kemenlu menjadi yang tertinggi sebab biasanya tingkat kelulusan tertinggi dipegang oleh Kementerian Keuangan.

“Yang lulusnya tinggi Kementerian Luar Negeri betul-betul kuliah. Biasanya yang tertinggi itu Kementerian Keuangan,” ujar Bima di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Berdasarkan data BKN, angka kelulusan di Kementerian Luar Negeri mencapai 90,98%. Kemudian di tempat kedua ada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan angka tingkat kelulusannya 88,67%.

Lalu di tempat ketiga dan keempat ada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Informasi Geospasial dengan angka tingkat kelulusan masing-masing 87,89% dan 85,59%. Selanjutnya di peringkat kelima ada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan angka tingkat kelulusan mencapai 82,06%.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement