nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos PLN Akui Banjir Buat Pendapatan Berkurang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 19:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 25 320 2174032 bos-pln-akui-banjir-buat-pendapatan-berkurang-qRBj5uxi1c.JPG PLN (Okezone)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan, banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya membuat kerugian pada perseroan. Lantaran, perusahaan harus melakukan pemadaman pada ribuan gardu distribusi yang terdampak, sehingga listrik tidak teraliri sementara waktu.

"Kalau listrik dipadamkan sudah tentu pendapatan dari PLN berkurang," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini di Gedung PLN UID Jakarta Raya, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

 Baca juga: Sempat Dihadang Banjir, KA Bandara Kembali Normal

Meski demikian, dia enggan merinci seberapa besar kerugian yang dialami PLN akibat pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu terakhir. Menurutnya, perlu dilakukan penghitungan lebih lanjut untuk mengetahui angka pasti dari kerugian.

"Nanti kami hitung dulu," imbuhnya.

 Baca juga: PLN Masih Padamkan 1.564 Gardu Listrik karena Banjir

Hingga pukul 18.00 WIB, PLN masih memadamkan 1.175 gardu distribusi dari total 2.394 gardu distribusi terdampak banjir. Artinya, sekitar 50% gardu distribusi sudah dinyalakan kembali.

Zulkifli menyatakan, pihaknya terus berupaya menyalakan kembali aliran listrik yang masih padam. Mengingat mengalirkan listrik merupakan bisnis dari PLN, di samping juga adanya tanggung jawab kepada masyarakat.

 Baca juga: Batalkan Tiket Kereta karena Banjir Dapat Pengembalian Uang 100%, Ini Caranya

"Jadi kami semua ingin segera mungkin menyalakan kembali listrik di tempat-tempat yang saat ini padam," kata dia.

Dia pun menekankan, pemadaman listrik merupakan keputusan yang terpaksa dilakukan oleh PLN guna menghindari terjadinya korban jiwa akibat tersengat listrik. Seperti diketahui, air merupakan penghantar listrik yang baik.

"Jadi pada intinya kami ingin listrik ini menyala bukan mati. Sekali lagi ini terpaksa kami lakukan karena keselamatan kita bersama," katanya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini