nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Bisa Melebar Imbas Virus Korona

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 20:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 26 20 2174641 sri-mulyani-sebut-defisit-apbn-bisa-melebar-imbas-virus-korona-zB1bZDldiT.jpg Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan menyebut pada tahun ini defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan melebar. Bahkan angka tersebut bisa lebih dari target defisit APBN yang sebesar 1,76%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pelebaran defisit ini imbas dari ketidakpastian ekonomi global imbas virus korona. Pelebaran defisit ini bertujuan untuk menyuntikkan insentif untuk sektor pariwisata.

 Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5%, RI Pantas Jadi Negara Maju?

"Di dalam mengelola kebijakan fiskal, tentu kita ketahui bahwa ada pemasukan dan pengeluaran. Tapi tujuannya untuk kelola ekonomi. Jadi kalau ekonomi turun, penerimaan pajak lemah, kita memang harus siapkan diri untuk tingkatkan defisit," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut pemerintah menggelontorkan dana Rp10,3 triliun. Anggaran tersebut diperuntukan untuk insentif tiket pesawat hingga untuk hotel dan paket pariwisata.

 Baca juga: Imbas Virus Korona, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,7% di Kuartal I

Pemberian insentif ini diperlukan untuk merespons ketidakpastian global. Menurutnya, jika pemerintah keukeuh dengan mengencangkan sabuk pengaman, maka ekonomi Indonesia akan tergerus.

"Kalau pemerintah ikut mengencangkan ikat pinggang, yang terjadi procyclical. Ekonomi lemah, pemerintah tetap mau karena penerimaan turun, kita potong semua belanja, maka ekonomi nyungsep," ucapnya.

 Baca juga: Imbas Virus Korona, Pemerintah Siapkan Rp72 Miliar untuk Influencer

Meskipun melebar namun lanjut Sri Mulyani, pelebaran defisit ini nantinya akan ditambal melalui penerbitan utang baru. Namun penerbitan utang ini akan diterbitkan dengan bunga yang murah yakni 3% dengan tenor 30 tahun.

"Nanti dilihat, hitungannya kombinasi berbagai hal, tapi kita sudah antisipasi karena UU APBN 2020 defisit desain 1,76% cukup konservatif, tapi nanti kita akan liat roomnya masih sangat ada," kata Sri Mulyani.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini