nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun 2 Pasar di Sumbar, Menteri PUPR: Kita Pertahankan Kearifan Lokal

Hansel Jevera, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 14:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 26 320 2174399 bangun-2-pasar-di-sumbar-menteri-pupr-kita-pertahankan-kearifan-lokal-PE2L7qDYZf.jpg Proyek Pembangunan Pasar dan Sarana Pendidikan di Padang. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya membangun dua pasar di Sumatera Barat. Hal tersebut menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) No.43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dua Pasar tersebut, Pasar Atas Kota Bukittinggi dan Pasar Rakyat Pariaman. Pasar Atas Kota Bukittinggi sebelumnya mengalami kebakaran hebat pada 30 Oktober 2017 yang menyebabkan hilangnya 1.000 lebih kios pedagang di gedung tiga lantai.

Baca Juga: Mulai Konstruksi 2021, Proyek Akses Sanitasi Jakarta Telan Biaya Rp11,3 Triliun

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, revitalisasi dan pembangunan pasar tradisional oleh pemerintah kepada para pedagang agar nantinya harga sewa kios pasar yang baru tetap terjangkau.

“Konsep revitalisasi pasar disesuaikan dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Seluruh kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda),” kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca Juga: Tingkatkan Konektivitas, 2 Jalan Lintas Tengah Aceh Mulai Dibangun

Rekonstruksi Pasar Atas Bukittinggi dikerjakan sejak 20 Agustus 2019 hingga 31 Desember 2019. Pada umumnya memiliki aktifitas ekonomi yang tinggi dengan berbagai komoditas perdagangan dan jasa penunjang lainnya.

Diharapkan agar masyarakat yang berdagang di pasar mendapatkan tempat yang layak sehingga kegiatan ekonomi di Kota Bukittinggi menjadi lebih lancar.

Selain itu, pasar tersebut memiliki nilai sejarah karena Kota Bukittinggi pernah jadi ibu kota (sementara) negara RI. Pasar Atas menggunakan desain baru dengan konsep green building yang menelan anggaran sebesar Rp292 miliar.

Pasar Rakyat Pariaman berlokasi di Jalan Sultan Syahrir, Kota Pariaman dibangun diatas lahan seluas 9000 m2 dengan anggaran sebesar Rp82 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019–2020. Konstruksi di kerjakan oleh PT. Wijaya Gedung dengan progres mencapai 16,769 %.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini