JAKARTA - Sampai saat ini virus korona atau Covid-19 telah menyebar lebih dari 44 negara termasuk SIngapura, Malaysia, Korea Selata, Italia, Amerika Serikat, Nigeria, Iran, sampai Aljazair. Penyebaran tersebut membuat IHSG anjlok pada perdagangan Jumat 28 Februari 2020.
Pada jeda siang, IHSG tercatat anjlok 223,7 poin atau 4,042% ke level 5.311 pada perdagangan hari ini.
Ekonomi Indonesia juga sangat terdampak dengan wabah korona, mengingat China merupakan mitra dagang utama. Sepanjang 2019, ekspor Indonesia ke China sebesar USD25,85 miliar atau mengambil porsi terbesar yakni 16,68% dari total ekspor.
Dengan demikian, ekonomi China yang melemah lantaran menjadi negara di mana korona berasal, turut berimbas pada perekonomian Indonesia. Pemerintah memastikan ada pelebaran defisit APBN dari yang di tetapkan sebesar 1,76% Produk Domestik Bruto (PDB) di 2020.
Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyatakan, pelemahan itu utamanya dipengaruhi oleh wabah virus korona (covid-19) yang kian menyebar ke berbagai negara. Kondisi pelemahan ekonomi tersebut pun membuat kekhawatiran bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal.
"Semua ekonomi terganggu, sehingga pasar saham turun (karena investor khawatir pelemahan ekonomi)," kata Hans.
Baca Selengkapnya : IHSG Anjlok 4%, Investor Takut Virus Korona
(Fakhri Rezy)