Fakta Ahok yang Didesak Mundur, Menteri BUMN Pilih Pertahankan

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 320 2176014 fakta-ahok-yang-didesak-mundur-menteri-bumn-pilih-pertahankan-VAv25wA5QX.jpg Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Youtube)

 JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku heran dengan adanya massa yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mundur dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Hal itu terjadi dalam orasi dari aksi 212 yang berlangsung 21 Feberuari 2020 di depan Istana Negara, Jakarta.

Luhut menilai Ahok merupakan tokoh yang tepat untuk membenahi Pertamina. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini yang menemukan banyak sekali permasalahan di perusahaan merah yang harus diperbaiki. Ia juga merasa bersyukur dengan kehadiran Ahok di tubuh perusahaan energi milik negara tersebut.

Baca Juga: Pertamina dan PLN Teken Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi Domestik

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melakukan perombakan jajaran Direksi dan Komisaris pada hari ini. Perombakan jajaran Direksi dan Komisaris dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Bisa (RUPSLB). Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng.

Berikut Okezone sudah merangkum fakta terkini Ahok didesak mundur, Sabtu (29/2/2020) :

1. Ahok Menemukan Masalah-Masalah yang Harus Diperbaiki di Pertamina

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu yang menemukan banyak sekali permasalahan di Pertamina yang perlu diperbaiki.

"Dituduh korupsi? Kalau saya boleh cerita Pak Ahok itu yang menemukan banyak sekali masalah-masalah yang harus diperbaiki di Pertamina," kata Luhut dalam diskusi dengan wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Baca Juga: Sedang Menormalkan Listrik, 2 Petugas PLN Ini Mendadak Bantu Ibu Melahirkan

2. Bersyukur karena Ada Ahok di Pertamina

Bahkan, Luhut mengaku merasa bersyukur dengan kehadiran Ahok di tubuh perusahaan energi milik negara itu. "Kita malah bersyukur ada Pak Ahok," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga turut buka suara terkait tuntutan dalam aksi massa 212. Menurutnya, kinerja jajaran direksi dan komisaris Pertamina dalam tiga bulan terakhir ini sudah baik.

3. Ahok Tidak Akan Dicopot dari Jabatannya

Dia juga memastikan, tidak akan mencopot Ahok atau pun jajaran direksi Pertamina lainnya dalam waktu dekat ini. Tentunya hal itu berlaku selama petinggi Pertamina itu berhasil menjalankan tugas sesuai key performance indicator (KPI) yang telah ditentukan.

“Saya tidak mau dikotomi komisaris dan direksi, di Pertamina tiga bulan terakhir saya rasa baik,” ujar Erick.

4. Ahok Diberikan Tugas untuk Menuntaskan Pengembangan Kawasan TPPI

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk menuntaskan pengembangan Kawasan TPPI menjadi industri petrokimia nasional. Di mana, kawasan tersebut akan menghasilkan berbagai macam produk turunan petrokimia dan produk Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pesan tersebut disampaikannya kepada Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahja Purnama alias Ahok saat mengunjungi kilang TPPI pada 21 Desember 2019. Ahok mengatakan, presiden Jokowi berpesan agar pengembangan tersebut dapat mengurangi defisit.

"Pengembangan ini dapat membantu mengurangi impor bahan baku agar negara tidak mengalami defisit," kata Ahok mengutip akun instagram @Basukibtp, Jakarta, Minggu (22/12/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini