Sederet Dampak Banjir, dari Kereta Terganggu hingga Jalan Tol Terhambat

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 01 Maret 2020 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 29 320 2176130 sederet-dampak-banjir-dari-kereta-terganggu-hingga-jalan-tol-terhambat-TeazStsXnL.JPG Jalan Tol Banjir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Curah hujan yang tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya menyebabkan beberapa wilayah mengalami banjir, beberapa waktu lalu. Tergenangnya beberapa membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menyebut untuk memastikan kondisi jalan tetap aman untuk pengguna jalan, saat ini petugas Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek tengah menyiagakan perambuan.

"Serta penempatan petugas sebelum lokasi genangan air agar pengguna jalan dapat mengurangi kecepatan kendaraan dan mengantisipasi genangan air," ujarnya beberapa waktu lalu

Berikut Okezone telah mengumpulkan fakta dampak banjir dari sisi ekonomi, Minggu (29/2/2020) :

1. Tol Jagorawi hingga Japek Tergenang

Beberapa jalan tol milik Jasa Marga tergenang banjir akibat tingginya curah hujan. Salah satunya adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek di kedua arah.

Untuk arah Cikampek, di Kilometer (km) 19 masih aman, namun Genangan di Lajur 1 dengan tinggi 10-15 cm. Kemudian di Rest Area Km 19A ditutup, saat itu di dalam rest area terdapat genangan 10-15 cm.

Sementara untuk araha Jakarta, di Km 34 masih aman dilalui oleh pengguna jalan sebab genangan di Lajur 1 dan Lajur 2 dengan tinggi 10 cm. Sedangkan di Km 19, ada genangan setinggi 25-30 cm, akibatnya, pengguna jalan dari arah Cikampek ke Jakarta diimbau untuk mengambil jalur alternatif lainnya

Sementara untuk akses masuk Gerbang Tol Jatibening (Km 8) masih aman dilalui oleh pengguna jalan. Genangan di Lajur 1 dan Lajur 2 dengan tinggi 15 cm. Kemudian untuk Km 8, bahu jalan dan 2 lajur saat ini terdapat genangan sekitar 20-25 cm akibatnya pengguna jalan dari arah Cikunir/Bekasi arah Jakarta diimbau untuk mengambil jalur alternatif lainnya seperti Jalan Tol JORR.

Selain tol Jakarta Cikampek, Jalan Tol Jakarta-Tangerang Arah Tangerang juga banjir. Di Km 14 dan Km 15 ada genangan air di lajur 1 sekitar 5-10 cm. Kemudian untuk tol Jagorawi juga terjadi banjir. Untuk arah Bogor di Km 3+600, genangan 5-10 cm di lajur paling kiri.

Selain itu, Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau lingkar luar arah Rorotan di Km 44+700, masih aman dilalui oleh pengguna jalan. Genangan di 3 Lajur dengan tinggi 15-20 cm. Sementara untuk pintu keluar Rorotan ditutup karena jalan nasional Kawasan Berikat Nusantara (KBN) terdapat genangan 45-50cm.

Sedangkan untuk arah Jatiasih terowongan dari GT Cikunir 4 arah Jatiasin ditutup sementara karena ada genangan air, dialihkan ke GT Kalimalang 2. Lalu untuk Km 44+600 ada genangan air 10-15cm, masih aman dilalui pengguna jalan. Sementara untuk Jalan Tol Jorr W2 Utara Akses keluar Meruya, terdapat genangan 4-5 cm di semua lajur

2. PT KAI Memberlakukan Pembatalan Tiket

Atas keterlambatan yang terjadi, PT KAI Daop 1 Jakarta memberlakukan pembatalan tiket KA atau bea pengembalian khusus bagi penumpang yang ingin membatalkan perjalanannya.

Pengembalian bea khusus ini berlaku dengan ketentuan misalnya berlaku bagi penumpang keberangkatan KA dari Daop 1 Jakarta, baik yang terkena dampak banjir langsung maupun tidak langsung dengan jadwal keberangkatan pada tanggal 25 Februari 2020 mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Lalu pembatalan tiket/pengembalian bea dapat dilakukan maksimal 3 x 24 jam setelah jadwal keberangkatan kereta api. Untuk proses pembatalan wajib menyertakan bukti fisik tiket dan KTP atau Kartu Identitas lain yang asli dengan nama sesuai pada tiket.

Pembatalan tiket hanya dapat dilakukan di Loket Stasiun. Untuk area Jakarta, bagi calon penumpang KA terdampak banjir yang ingin membatalkan tiket dapat melakukan pembatalan di stasiun Gambir, Pasar Senen dan Jakarta Kota. Di luar area Jakarta pembatalan juga dapat dilakukan di Stasiun Bogor, bekasi, Cikampek, Rangkasbitung dan Serang atau bisa juga melalui stasiun online lainnya yang memungkinkan.

3. Untuk Atasi Banjir Bekasi Perlu Rp4,4 Triliun

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono angkat bicara soal banjir yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Secara sistem memang belum disentuh, namun dari posisi itu ada Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas di hulunya menjadi Kali Bekasi.

"Jadi kan begini. Gini ya, ini Kali Cikeas, Kali Cileungsi, masuk ke Bekasi, terus Bendung Bekasi, langsung ke Hulu. Ini baru kita tangani per ruas-per ruas. Tapi kami sudah punya desainnya untuk keseluruhan,” kata Basuki seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Saat ini, menurut Menteri PUPR sedang dilakukan value engineering karena ini dikerjakan oleh konsultan jadi di-review apakah sudah benar, termasuk cost-nya.

"Hitungan pertama konsultan itu Rp4,4 triliun untuk membangun, untuk memperbaiki Kali Bekasi dari hulu sampai hilir, termasuk membangun Bendungan Narogong. Ya ada di sana da Bendungan Narogong,” sambungnya.

4. Ada 1.157 Gardu Listrik Terdampak Banjir

PT PLN UID Jakarta Raya melaporkan bahwa dari 1.157 gardu listrik yang terdampak banjir Jakarta pada Selasa 25 Februari 2020 pagi, sebanyak 1.096 gardu listrik sudah menyala. Sementara, 61 gardu listrik masih dipadamkan.

"Tersisa 5% gardu distribusi dipadamkan akibat banjir. PLN masih mengupayakan penormalan dengan sekuat tenaga," demikian seperti dikutip keterangan infografis PLN UID Jakarta Raya, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Daerah-daerah yang gardunya terdampak tersebut meliputi Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Bekasi dan sekitarnya.

5. Ada Beberapa Prosedur dalam Menormalkan Listrik Pasca Banjir

PLN memiliki beberapa prosedur dalam rangka menormalkan listrik di lokasi pasca banjir. Mengispeksi daerah sekitar apakah masih terdapat genangan air, melakukan pembersihan di sekitar daerah yang terkena banjir, mengeringkan setiap peralatan yang bersangkutan, dan mengecek gardu listrik dalam proses distribusinya. Setelah dinyatakan aman barulah persetujuan penyalaan di lakukan.

Sebelumnya, PLN memastikan banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya membuat kerugian pada perseroan. Lantaran, perusahaan harus melakukan pemadaman pada ribuan gardu distribusi yang terdampak, sehingga listrik tidak teraliri sementara waktu.

"Kalau listrik dipadamkan sudah tentu pendapatan dari PLN berkurang," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini di Gedung PLN UID Jakarta Raya.

6. Keterlambatan Distribusi Beras Bulog

Perum Bulog menyebut banjir yang melanda pada sejumlah titik di Jabodetabek menyebabkan keterlambatan dalam distribusi beras Bulog. Di mana hujan yang sebabkan banjir terjadi pada Selasa 25 Februari 2020.

Namun Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menyebut keterlambatan pendistribusian pada banjir tidak terjadi di semua wilayah.

"Jadi beras yang ada di gudang Kelapa Gading memang belum terganggu distribusinya. Tapi kan kita juga ada beberapa gudang yang sudah bisa men-supply," ujar dia di Gedung Bulog Jakarta, Kamis (27/2/2020).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini