nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langgar Aturan, Nilai Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp60 Triliun Dinilai Tidak Pantas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 02 Maret 2020 19:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 02 320 2177022 langgar-aturan-nilai-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-rp60-triliun-dinilai-tidak-pantas-jaKyUsuv9y.jpg Ilustrasi Kereta Cepat (Foto: Reuters)

MANADO - Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dihentikan selama dua minggu ke depan. Ada enam alasan proyek ini dihentikan, salah satunya penyebab banjir Tol Jakarta-Cikampek hingga tidak memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang senilai Rp60 triliun lebih tidak pantas banyak melakukan pelanggaran. Basuki pun segera berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi perihal proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan, Menteri PUPR Soroti Cara Kerja KCIC

"Itu proyek Rp60 triliun lebih, nanti kalau kita lihat di Jati Bening itu enggak pantas kalau jadi proyek Rp60 triliun kayak gitu," kata Basuki melalui pesan suara WhatsApp di Manado, Senin (2/3/2020).

Kementerian PUPR menyoroti sistem drainase yang buruk sehingga membuat banjir di Tol Jakarta-Cikampek. Basuki meminta agar kontraktor mengubah metode kerja.

"Bukan dihentikan, tapi untuk diperbaiki metode kerjanya. K3-nya ya, yang misalnya dia menutup drainase-drainase tol, itu harus dibongkar, dibikin lagi supaya enggak banjir. Kemarin kan ada beberapa titik di tol banjir, itu karena drainasenya ketutup. Jadi supaya mereka bekerjanya bukan mengerjakan infrastrukturnya, tapi memperbaiki dulu," paparnya.

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan Sementara, Begini Respons Kemenhub

Seperti yang diketahui, proyek kereta cepat (high speed railway) Jakarta-Bandung dihentikan sementara selama dua minggu. Salah satu penyebabnya karena proyek tersebut membuat banjir di jalan tol.

Mengutip surat Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Senin (2/3/2020), setelah ganggu aktivitas Tol Jakarta - Cikampek dan Purbaleunyi, pembangunan proyek ini dinilai kurang memperhatikan kelancaran akses keluar masuk jalan tol sehingga berdampak terhadap kelancaran jalan tol dan jalan non tol.

Pembangunan proyek juga kurang memperhatikan manajemen proyek dimana terjadi pembiaran, penumpukan material pada bahu jalan sehingga mengganggu fungsi drainase, kebersihan jalan dan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menimbulkan genangan air pada tol Jakarta - Cikampek yang menyebabkan kemacetan luar biasa pada ruas jalan tol dan mengganggu kelancaran logistik. Pengelolaan sistem drainase yang buruk dan keterlambatannya pembangunan saluran drainase sesuai kapasitas yang telah terputus oleh kegiatan proyek menyebabkan banjir di jalan tol.

Tidak hanya itu, penghentian proyek ini juga dilakukan setelah dilihat adanya pembangunan pilar LRT yang dikerjakan oleh PT KCIC di KM 3 +800 tanpa izin, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Proyek kereta cepat Jakarta - Bandung ini juga belum memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keselamatan lingkungan dan keselamatan publik yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Dengan beberapa alasan tersebut, Komite Keselamatan Konstruksi memutuskan untuk menghentikan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung selama dua minggu lamanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini