Erick Thohir: Beras Tidak Boleh Dimafiakan

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 320 2178104 erick-thohir-beras-tidak-boleh-dimafiakan-XkTPQUAjZF.jpg Menteri BUMN Erick Thohir Tinjau Pasokan Pangan di Gudang Bulog. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan peninjauan ke Komplek Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta. Erick pun menyinggung soal mafia beras yang masih ada.

Menurut dia, mafia menjual beras dengan harga mahal saat rakyat membutuhkan. Kemudian membelinya dengan harga murah saat panen.

Baca Juga: Stok Beras Bulog 1,6 Juta Ton, Masyarakat Diimbau Tidak Panik

"Kami sendiri terus berupaya memperbaiki distribusi yang artinya apa bahwa dalam berbisnis itu hak, boleh untung. Tapi yang tidak boleh beras ini dimafiakan, dalam arti dalam hal ini mohon maaf nih kita ingin lihat (mantau) hal yang lain," ujar dia di Jakarta, Rabu (4/3/2020)

Dia menjelaskan, dalam bisnis beras semua pihak terkait harus diuntungkan. Mulai petaninya hingga masyarakat yang menjadi konsumen.

Baca Juga: Stok Beras Dipastikan Aman, Erick Thohir: Panik Berlebihan Tidak Menjawab Persoalan

"Maksudnya kita harus berdagang semuanya win-win sama sama baik. Petani tak boleh dikorbankan, rakyat mesti membeli dengan harga yang baik," tutur dia.

Namun, Erick tidak secara detail mengungkapkan keberadaan mafia beras tersebut. Dia hanya menyebut mafia ada dalam setiap usaha.

"Kalau mafia di semua bisnis ada, yang kita hadapi justru kita ingin menyadarkan boleh berbisnis, boleh untung tapi jangan petani dihancurkan pendapatannya, jangan rakyat disuruh beli mahal-mahal," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini