Realisasikan Insentif Tiket Pesawat dan Hotel, Sri Mulyani Intensifkan Koordinasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 20 2178507 realisasikan-insentif-tiket-pesawat-dan-hotel-sri-mulyani-intensifkan-koordinasi-3effkiu5xp.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan tetap memberlakukan kebijakan pemberian insentif fiskal untuk penerbangan. Meskipun saat ini, Indonesia sedang dalam posisi siaga virus korona menyusul ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan persiapan-persiapan untuk segera menjalankan kebijakan tersebut. Untuk insentif khusus perhotelan, pemerintah memberikan insentif berupa keringanan pajak hotel dan restoran.

 Baca juga: Penerbangan dari Korea hingga Jepang Tidak Dilarang, Menhub: Kita Berikan Pengawasan Khusus

Adapun bentuk keringanan pajaknya yakni berupa penundaan pembayaran pajak hotel dan restoran di 33 Kabupaten dan Kota selama enam bulan. Sebagai kompensasinya pemerintah mengguyur daerah tersebut dengan anggaran sebesar Rp3,3 triliun.

"Kita tetap melakukan, persiapan yang pajak hotel dan restoran dengan Kemendagri dan pemerintah daerah," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

 Baca juga: Terpapar Virus Korona, Menhub Beri Sinyal Batasi Penerbangan ke Korea hingga Italia

Sementara untuk pemberian insentif penerbangan saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan pihak maskapai. Untuk insentif penerbangan ini akan ada diskon tiket pesawat hingga 50%.

Adapun rinciannya, diskon penerbangan sebesar 50% dikhususkan untuk penerbangan murah atau Low Cost Carrier (LCC). Untuk penerbangan full service, diskon dipatok 45% dari harga tiket.

Sementara untuk penerbangan medium class Diskon tiketnya ditetapkan mencapai 48%. Diskon tiket ini diberikan kuota hanya 25% dari total kursi yang tersedia setiap penerbangannya.

 Baca juga: Virus Korona Tekan Pertumbuhan Ekonomi Global, Begini Penjelasan OECD

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp550 miliar atau 30% dari porsi insentif yang diberikan. Sementara PT Pertamina (Persero) akan memberikan keringan avtur dengan insentif sebesar Rp260 miliar, kemudian untuk PT Angkasa Pura I (Persero), Angkasa Pura II (Persero) dan AirNav Indonesia akan memberikan insentif totalnya sebesar Rp100 miliar.

"Kita bicara untuk masalah diskon dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Parekraf, dan airlines tetap dilakukan," kita Sri Mulyani.

 Baca juga: Bermacam-macam Insentif Penerbangan demi Pariwisata Indonesia

Hanya saja lanjut Sri Mulyani, jadwal pemberlakuan insentif ini belum bisa dipastikan. Sebab, pihaknya akan terlebih dahulu melihat dari situasi dan efektivitas jika insentif ini dilakukan dalam kondisi saat ini.

"Enggak kita lihat efektivitas saja, kalau timing kan lihat kebutuhan itu, kalau yang efektivitas penurunan pajak hotel dan restoran tetap kita lakukan. Kita lihat kalau mereka melakukan persiapan situasi menurun sekarang. Kalau tarif diskon lainnya juga kita lihat sesuai persiapan," jelasnya.

Menurut Sri Mulyani, jika situasinya tidak memungkinkan, maka ada kemungkinan pemberian insentif akan dimundurkan. Sebab pemerintah tak ingin jika kebijakan ini dikeluarkan terburu-buru bisa mempengaruhi perekonomian

"Kita lihat kalau mereka lakukan persiapan situasi menurun sekarang. Kalau tarif diskon lainnya juga kita lihat sesuai persiapan. Kalau memang timing-nya enggak tepat bisa dimundurkan kita fleksibel terhadap situasi demand di industrinya," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini