Ketua Satgas Omnibus Law: Draf RUU Cipta Kerja Harus Dilihat Secara Utuh

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 20 2178593 ketua-satgas-omnibus-law-draf-ruu-cipta-kerja-harus-dilihat-secara-utuh-isLlNzqpW7.jpeg Omnibus Law (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah sudah menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Meski menuai pro dan kontra, pemerintah meyakini RUU Omnibus Law Cipta Kerja sangat memihak buruh.

Ketua Satgas Omnibus Law yang juga Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menyebut beberapa pihak yang kontra dengan RUU Omnibus Law ini merupakan sesuatu hal yang wajar. Dirinya pun terus melakukan komunikasi kepada para serikat pekerja untuk sama-sama melihat sisi lain daripada Omnibus Law itu.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut RUU Omnibus Law Cipta Kerja Berikan Kemudahan Berusaha

"Sekarang bagaimana kita komunikasi untuk menerangkan secara keseluruhan. Karena kalau dilihat sebagian-sebagian itu tidak akan menggambarkan keseluruhan makna dan arti daripada Omnibus Law ini," ujar dia di Four Seasons Hotel, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Dia meminta serikat pekerja ini tidak hanya melihat Omnibus Law ini dari satu sisi saja. Akan tetapi harus melihat keutuhan lain yang diatur dalam RUU Omnibus Law tersebut.

"Jadi, apabila dilihat satu per satu, oh ini pesangonnya turun kalau berhenti di situ bakal turun ya. Namun kalau kita liat lebih dalam lagi ini turun tetapi ada beberapa program yang sangat baik dari pemerintah," ungkap dia.

Baca Juga: Demo DPR, Ini 5 Sikap Mahasiswa Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Dia menambahkan, saat ini memang jumlah pesangon diberikan maksimalnya sekitar 32,4%. Tapi jika Undang-Undang Omnibus Law ini ditetapkan akan berada di 17%. Akan tetapi, yang terpenting bukan soal turunnya jumlah pesangon yang akan dibayarkan.

"Tapi bagaimana insentif lain yang diberikan pemerintah seperti jaminan kehilangan pekerjaan, yang tidak memberatkan baik pengusaha maupun tenaga kerjanya," tandas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini