Director for Innovation Norway Fredrik Bjerke Abdelmaguid mengungkapkan, migas merupakan salah satu industri terpenting Norwegia selama lebih dari 40 tahun dan masih akan bertahan hingga beberapa dekade mendatang. Saat ini, Norwegia merupakan produsen minyak ke 8 di dunia, serta produsen gas ketiga di dunia.
“Sektor migas merupakan sekitar 18% dari PDB Norwegia dan lebih dari setengahnya diekspor. Sektor ini menopang perekonomian negara,” kata Fredrik.
Selain ekspor migas, lanjut dia, Norwegia juga terkenal dengan industri penunjang. Industri ini telah mengembangkan teknologi mutakhir di berbagai bidang.
Dalam kesempatan tersebut, Fredrik juga menegaskan bahwa negaranya selalu bersikap terbuka, di mana kerja sama dengan negara lain merupakan suatu hal yang penting. “Kerja sama dengan Indonesia sangat menonjol. Kedua negara memiliki hubungan yang kuat dan berkembang di berbagai sektor, termasuk energi,” tambahnya.
Fredrik mengatakan, International Energy Agency memperkirakan permintaan energi nasional akan meningkat 27% pada tahun 2040. Meski energi baru terbarukan akan berkembang, namun migas akan tetap dibutuhkan.
Dalam tahun-tahun mendatang, industri migas akan memfokuskan diri pada peningkatan produksi dari lapangan yang ada. Khusus di Norwegia, rata-rata tingkat pemulihan minyak di ladang migas mencapai 47%. “Untuk meningkatkan hal ini, teknologi baru jelas akan memainkan peran besar,” ucapnya.
Norwegia merupakan salah satu negara yang maju dalam pengembangan teknologi migas. Oleh karena itu, Fredrik menawarkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di negaranya. “Industri migas Indonesia akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang, dan saya berharap bahwa perusahaan Norwegia akan menjadi bagian dari pengembangan ini,” harap Fredrik.
Hubungan diplomatik antara Indonesia telah terjalin selama 70 tahun. Norwegia merupakan salah satu negara yang sukses dalam inovasi pengembangan teknologi migas di dunia. Norwegia juga menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam hal transfer teknologi di industri migas.
(Dani Jumadil Akhir)