Share

Cara Hindari Modus Penipuan Atas Nama Bea Cukai

Irene, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 20 2179156 cara-hindari-modus-penipuan-atas-nama-bea-cukai-xvUS3MJNwQ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan pemaparan pencegahan penipuan yang kerap kali mengatasnamakan Bea Cukai.

Melansir laman kemenkeu, Jumat (6/3/2020), Bea Cukai melakukan langkah pencegahan atau mitigasi dengan cara publikasi media sosial baik di Instagram, Twitter, Facebook maupun pemberitaan media online.

Baca Juga: Modus Penipuan Jual Beli Online yang Bawa-Bawa Nama Bea Cukai, Seperti Apa?

Bea Cukai juga melakukan kampanye di KRL yang digunakan sebagian besar masyarakat Indonesia setiap harinya. Kampanye juga dilakukan Bea Cukai di kereta Jatim.

Sementara itu, terkait hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penipuan ini terjadi adalah dengan mengenali rekening. Bila rekening terkait adalah termasuk rekening pribadi, maka dapat dipastikan itu adalah penipuan.

Baca Juga: Ada Omnibus Law, Penetapan Objek Cukai Baru Tak Perlu Izin DPR

Rekening pembayaran bea masuk dan pajak impor adalah langsung ke rekening penerimaan negara menggunakan dokumen SSPCP (surat setoran pabean, cukai dan pajak). Masyarakat juga dapat melakukan pengecekan pada www.beacukai.go.id/barangkiriman untuk mendeteksi penipuan yang menggunakan modus barang kiriman.

Sebelumnya, Bea Cukai melakukan pemaparan terkait modus penipuan yang sering kali mengatasnamakan bea dan cukai. Modus tersebut antara lain jual beli online dalam negeri, lelang palsu, modus kiriman luar negeri, kiriman diplomatik, dan jasa penyelesaian tangkapan.

Dalam modus kiriman luar negeri, pelaku biasanya menghubungi korban melalui sms, WhatsApp, Facebook, Instagram ataupun media sosial lainnya. Di mana biasanya diawali dengan perkenalan atau membangun kepercayaan (trust) selama berbulan-bulan.

Modus penipuan ini biasanya menimpa kaum hawa yang seringkali tertipu karena kepercayaan yang telah dibangun oleh si pelaku penipuan dengan motif asmara dan menimbulkan kerugian paling besar. Tentunya, korban akan dimintai untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening pribadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini