Maskapai Penerbangan Inggris Bangkrut Imbas Wabah Virus Korona

Irene, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 320 2179043 maskapai-penerbangan-inggris-bangkrut-imbas-wabah-virus-korona-7NY11rgSxY.jpg Flybe (Reuters)

JAKARTA - Maskapai penerbangan Inggris Flybe mengumumkan kebangkrutannya setelah dampak virus korona yang terus terasa. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan bahwa semua penerbangannya telah dibatalkan dan menghentikan aktivitasnya segera.

Melansir Business Insider, Jumat (6/3/2020), seorang juru bicara Departemen Transportasi Inggris mengatakan langkah itu menyusul keputusan komersial yang diambil oleh perusahaan. Dirinya juga menjelaskan kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan tersebut menjadi alasan utama kebangkrutan maskapai penerbangan itu.

 Baca juga: Penerbangan dari Korea hingga Jepang Tidak Dilarang, Menhub: Kita Berikan Pengawasan Khusus

"Kesulitan keuangan Flybe telah berlangsung lama dan terdokumentasi dengan baik dan pra-tanggal pecahnya COVID-19. Kami sangat siap untuk kemungkinan wabah dan minggu ini kami telah menetapkan rencana aksi dengan rincian respon kami." ujar juru bicara tersebut.

Sekretaris Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan bahwa pemerintah telah berusaha melakukan segalanya untuk menyelematkan maskapai penerbangan Flybe. Pihaknya mengaku turut prihatin dengan kabar kebangkrutan ini.

"Kami benar-benar mencoba melakukan segala yang kami bisa pada pergantian tahun, tetapi sayangnya, dengan situasi yang berkembang dengan coronavirus, perusahaan yang sudah lemah tidak dapat bertahan," ujar Shapps.

 Baca juga: Wabah Virus Korona di Italia Berdampak Buruk pada Industri Penerbangan Eropa

Pada Juli 2019, sebuah konsorsium bernama Connect Airways yang dipimpin oleh maskapai penerbangan jarak jauh Virgin Atlantic mengakuisisi Flybe. Flybe ditetapkan untuk dicap ulang sebagai Virgin Connect dan difungsikan sebagai maskapai penerbangan regional yang mengoperasikan penerbangan jarak pendek.

Meski telah melalui pengakuisisian, Flybe terus mengalami kesulitan keuangan yang signifikan selama musim gugur dan musim dingin. Dampak virus korona memperparah kondisi keuangan maskapai yang dominan warna ungu ini.

Flybe mengoperasikan hampir 40% penerbangan domestik Inggris. Meskipun permintaan perjalanan berkurang di tengah merebaknya virus korona, penghentian layanan tentunya akan mengganggu operasi penerbangan Inggris.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini