Biasanya Rp15.000/Kg, Kini Harga Jahe Capai Rp75.000

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 08 Maret 2020 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 08 320 2180063 biasanya-rp15-000-kg-kini-harga-jahe-capai-rp75-000-VDj0Nf4FV6.jpg Harga Jahe Naik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Komoditas seperti jahe, kunyit hingga temulawak mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Hal ini terjadi usai komoditas tersebut dianggap bisa menjadi penangkal virus korona di Indonesia.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah Mansuri mengakui adanya kenaikan harga jahe yang cukup tinggi. Jahe sulit dikontrol kenaikan harganya karena barang yang tidak begitu banyak.

Baca Juga: Penjualan Komoditas Rempah Terhajar Bumbu Kemasan

"Saat ini jahe dijual dengan harga Rp70.000, ada yang jual Rp75.000. Biasanya jahe dijual di kisaran Rp15.000-Rp35.000," ujar Abdullah saat dihubungi Okezone, Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Menurutnya, produksi jahe dalam negeri masih mencukupi. Namun, yang perlu diantisipasi adalah pihak-pihak yang tidak mengeluarkan stok, karena jahe tidak bisa tahan lama.

Baca Juga: Emak-Emak Serbu Operasi Pasar Murah Kementan

"Saya harus akui yang perlu diantisipasi adalah pihak-pihak yang tidak mengeluarkan stoknya. Hal ini yang perlu mendapatkan sorotan antisipasi satgas pangan dan teman-teman yang lain," paparnya.

Untuk temulawak sekarang dijual seharga Rp30.000-Rp35.000, yang biasanya hanya Rp15.000. Kunyit biasanya dijual Rp12.000-Rp13.000, sekarang sudah di kisaran Rp25.000.

Menurut Abdullah, hal ini tergantung dengan dampak virus korona. Artinya, bila isunya berlarut, harganya akan berlaku jangka panjang.

"Tergantung, kalau isunya panjang bisa jadi harganya akan berlaku jangka panjang," kata Abdullah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini