MANADO - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey berharap pengembangan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado bisa selesai secepatnya dari batas waktu yang direncanakan.
"Kita akan mensupport semua kegiatan pembangunan ini baik dari perizinan dan lain-lain kita akan support penuh agar supaya target pencapaian kontrak ini sampai Oktober bisa maju sampai September bisa selesai," ujar Olly usai menghadiri groundbreaking di Bandara Sam Ratulangi, Senin (9/3/2020).
Atas nama pemerintah Sulut, dan seluruh rakyat Sulut, Olly mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan seluruh jajarannya serta kepada PT Angkasa Pura 1 yang sudah melaksanakan apa yang disampaikan secara langsung oleh Presiden Jokowi tentang perluasan bandara saat berkunjung beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Korean Air Stop Penerbangan ke Bali, AP I Mulai Hitung Kerugian
"Ini menjadi harapan besar bagi seluruh rakyat Sulawesi utara karena kita tahu persis bahwa Sulawesi Utara yang ada di bibir Pasifik, di ujung utara NKRI sangat mengharapkan bandara ini menjadi baik," kata Olly.
Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman Laisa mengatakan bahwa pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado ini merupakan salah satu upaya Angkasa Pura I untuk mendukung program Pemerintah bidang pariwisata yaitu pengembangan lima destinasi wisata super prioritas, di mana Likupang yang berada di Sulawesi Utara merupakan salah satu dari lima destinasi tersebut.
"Oleh karena itu proyek pengembangan ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun ini yaitu Desember 2020," ujar Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman Laisa.
Baca Juga: Penerbangan China-Bali Distop, AP I Kehilangan Rp48 Miliar
Walaupun saat ini kondisi industri pariwisata cukup terpukul dengan adanya pandemi Virus Corona yang menyebar luas di hampir seluruh penjuru dunia dan menurunkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan, namun dalam jangka panjang potensi pertumbuhan industri pariwisata cukup tinggi.
Pada 2025, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Sulawesi Utara yang didukung oleh pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang di atas lahan seluas 396 hektar. Pengembangan Likupang ini dapat mendorong kunjungan wisman sebanyak 162 ribu orang pada 2025 atau berkontribusi 16 persen dari total target 1 juta wisman.