Share

Pengembangan Bandara Sam Ratulangi Ditargetkan Selesai Secepatnya

Subhan Sabu, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 320 2180388 pengembangan-bandara-sam-ratulangi-ditargetkan-selesai-secepatnya-YWTfgWU8MW.jpg Gubernur Sulut menghadiri Groundbreaking Bandara Sam Ratulangi (Foto: Okezone.com)

MANADO - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey berharap pengembangan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado bisa selesai secepatnya dari batas waktu yang direncanakan.

"Kita akan mensupport semua kegiatan pembangunan ini baik dari perizinan dan lain-lain kita akan support penuh agar supaya target pencapaian kontrak ini sampai Oktober bisa maju sampai September bisa selesai," ujar Olly usai menghadiri groundbreaking di Bandara Sam Ratulangi, Senin (9/3/2020).

Atas nama pemerintah Sulut, dan seluruh rakyat Sulut, Olly mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan seluruh jajarannya serta kepada PT Angkasa Pura 1 yang sudah melaksanakan apa yang disampaikan secara langsung oleh Presiden Jokowi tentang perluasan bandara saat berkunjung beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Korean Air Stop Penerbangan ke Bali, AP I Mulai Hitung Kerugian

"Ini menjadi harapan besar bagi seluruh rakyat Sulawesi utara karena kita tahu persis bahwa Sulawesi Utara yang ada di bibir Pasifik, di ujung utara NKRI sangat mengharapkan bandara ini menjadi baik," kata Olly.

Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman Laisa mengatakan bahwa pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado ini merupakan salah satu upaya Angkasa Pura I untuk mendukung program Pemerintah bidang pariwisata yaitu pengembangan lima destinasi wisata super prioritas, di mana Likupang yang berada di Sulawesi Utara merupakan salah satu dari lima destinasi tersebut.

"Oleh karena itu proyek pengembangan ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun ini yaitu Desember 2020," ujar Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman Laisa.

Baca Juga: Penerbangan China-Bali Distop, AP I Kehilangan Rp48 Miliar

Walaupun saat ini kondisi industri pariwisata cukup terpukul dengan adanya pandemi Virus Corona yang menyebar luas di hampir seluruh penjuru dunia dan menurunkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan, namun dalam jangka panjang potensi pertumbuhan industri pariwisata cukup tinggi.

Pada 2025, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Sulawesi Utara yang didukung oleh pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang di atas lahan seluas 396 hektar. Pengembangan Likupang ini dapat mendorong kunjungan wisman sebanyak 162 ribu orang pada 2025 atau berkontribusi 16 persen dari total target 1 juta wisman.

Proyek pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado ini akan meningkatkan kapasitas terminal dari 2,7 juta di atas lahan seluas 26.481 meter persegi menjadi 5,7 juta orang per tahun di atas lahan seluas 57.296 meter persegi. Sebagai informasi, pada 2019 Bandara Sam Ratulangi Manado telah melayani 2,2 juta penumpang, dengan 22,7 ribu pergerakan pesawat, serta 13,6 ribu ton kargo.

Bandara ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas modern mulai dari penambahan fix bridge yang semula 3 unit menjadi 5 unit. Konter check-in dari 30 unit menjadi 45 unit. Area parkir yang semula dapat menampung 350 kendaraan roda empat nantinya dapat menampung hingga 650 kendaraan. Untuk roda dua yang semula dapat menampung 734 unit menjadi 760 unit.

Secara umum, desain terminal Bandara Sam Ratulangi Manado mengombinasikan konsep tradisional dan modern. Sentuhan tradisional berupa motif batik Tarawesan Pareday yang tercipta dalam bentuk geometris (pakarisan) yang menyerupai sebuah perulangan garis sebagai representasi sebuah simbol gelombang kehidupan manusia yang hadir dari dua arah, yaitu arah atas dan bawah. Sisi modern akan tampak pada fasilitas-fasilitas terminal yang berstandar internasional.

Dari sisi kinerja pelayanan, Bandara Sam Ratulangi Manado memiliki nilai kepuasan pengguna jasa atau Customer Satisfaction Index dari Airport Council International sebesar 4,75 di tahun 2019, yang artinya pengguna jasa sangat puas dengan pelayanan bandara. Ini juga telah menempatkan Bandara Sam Ratulangi Manado di peringkat 11 dari 78 bandara di seluruh dunia dengan kategori 2 sampai dengan 5 juta penumpang.

"Diharapkan dengan pengembangan ini akan semakin meningkatkan positioning bandara ke depannya," ujar Lukman Laisa.

Bandara Sam Ratulangi Manado adalah salah satu dari 6 bandara yang ditargetkan selesai pengembangannya pada tahun 2020 ini. Lima bandara lainnya di antaranya yaitu Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara El Tari Kupang, Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara Sentani Jayapura yang baru bergabung di perusahaan kita pada Januari 2020 ini.

Selanjutnya proses pengembangan bandara yang akan diselesaikan di tahun 2021 mendatang adalah Bandara Sultan Hasanudin Makassar dan Bandara Internasional Lombok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini