Waspada Korona, Hindari Jam-Jam Sibuk saat Naik Transjakarta hingga KRL

Senin 16 Maret 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 16 320 2184058 waspada-korona-hindari-jam-jam-sibuk-saat-naik-transjakarta-hingga-krl-f3UajO2OH4.jpg Pencegahan Penyebaran Virus Korona di Bandara Soetta. (Foto: Okezone.com/AP II)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk membatasi ruang gerak masyarakat sebagai antisipasi meluasnya virus korona atau Covid-19. Salah satu caranya di Jakarta, jadwal operasi Transjakarta dan MRT sudah dikurangi.

Lantas apakah aman untuk naik angkutan umum, termasuk kereta, bus dan pesawat, di mana berpotensi bertemu orang banyak saat ini?

Belum diketahui secara pasti bagaimana virus korona menyebar, tetapi virus serupa yang lain, dapat masuk ke tubuh seseorang dari percikan batuk atau bersin orang yang terinfeksi, atau menyentuh permukaan yang sama dengan mereka.

Baca Juga: 2 WNI Positif Korona, Kemenhub Perketat Pemeriksaan Penumpang

Partikel virus corona dipercaya mungkin tidak berkeliaran di udara dengan cara yang sama seperti partikel flu, jadi, orang harus berhubungan dekat satu sama lain untuk terinfeksi.

Pedoman Pusat Kesehatan Inggris tentang virus corona mendefinisikan kontak dekat berarti berada dalam jarak dua meter dari orang yang terinfeksi selama lebih dari 15 menit. Jadi banyak potensi risiko infeksi pada kereta api dan bus, tergantung pada seberapa ramai transportasi publik, dan ini akan bervariasi di berbagai bagian negara dan rute yang berbeda.

Baca Juga: Hindari Virus Korona di Sektor Pariwisata, Menko Airlangga: Kita Sudah Punya Protokol

Jika Anda bepergian dengan kereta atau bus yang relatif kosong, risiko Anda akan berbeda. Seberapa baik kendaraan berventilasi dan berapa lama Anda menghabiskannya juga akan berpengaruh.

Menurut Institut Kesehatan Global Lara Gosce. penting untuk membatasi jumlah kontak dekat dengan individu lain yang berpotensi terinfeksi.

"Dalam hal perjalanan, hindari jam-jam sibuk jika memungkinkan," katany, demikian dilansir dari BBC Indonesia, Senin (16/3/2020).

Dia menyarankan, jika memungkinkan, penumpang harus memilih rute yang hanya melibatkan satu alat transportasi.

Di Jabodetabek sendiri, rangkaian kereta rute Bogor/Depok menuju Jakarta Kota/Angke/Jatinegara, yang menurut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut paling memiliki risiko penularan Covid-19, per harinya melayani lebih dari 500.000 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini