Virus Corona Ungkit Trauma Krisis 1998 dan 2008, Ini Kondisi Ekonomi 2020 Sebenarnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 20 2186544 virus-corona-ungkit-trauma-krisis-1998-dan-2008-ini-kondisi-ekonomi-2020-sebenarnya-ZlnyQy0Zd4.jpg Krisis (shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan untuk mengantisipasi tekanan virus Corona atau Covid-19. Bahkan, banyak yang beramsumsi bahwa tekanan perekonomian saat ini seperti krisis moneter 1998 dan krisis keuangan 2008.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, perbedaan saat ini dengan krisis 1998 dan 2008 adalah terletak dari perbankan dan sektor koorporasi Indonesia.

Baca juga: 4 Jurus Pemerintah Redam Dampak Corona, Keringanan Kredit Motor hingga Bunga KUR

"Posisi saat sekarang baik perbankan atau sektor korporasi tentu lebih tertata lebih baik daripada saat itu (1998 dan 2008)," ujarnya dalam telekonferensi usai ratas bersama Presiden Jokowi, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Sehingga, dirinya berharap, ketenangan otoritas keuangan dan pemerintah dapat lebih terukur dalam penanganannya.

Baca juga: Pembangunan Fasilitas Karantina Virus Corona di Batam Baru 32%

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa tekanan perekonomian saat ini sangatlah berbeda dengan 1998 dan 2008. Walaupun memang terjadi kepanikan di seluruh pasar keuangan global termasuk pemilik modal di seluruh dunia.

"Karena begitu cepatnya merebaknya virus ke Amerika Serikat, ke berbagai negara di Eropa, Inggris, dan demikian cepat dengan ekskalasi yang sangat cepat," saat telekonferensi yang sama.

Baca juga: Pembangunan Fasilitas Karantina Virus Corona di Batam Baru 32%

Hal ini membuat investor dan pelaku pasar global melepaskan semua asetnya yang mereka miliki. Sehingga di seluruh dunia menjual aset tersebut dalam bentuk dolar di pasar keuangan global.

"Dalam konteks itu indonesia juga terkenda. Kita tidak sendiri, seluruh negara mengalami hal sama," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini