nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pekerja Indonesia di Australia Terancam PHK Akibat Virus Corona

Selasa 24 Maret 2020 14:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 24 320 2188270 pekerja-indonesia-di-australia-terancam-phk-akibat-virus-corona-1WqxXLJZlH.jpg Pekerja Part Time di Australia. (Foto: Okezone.com/ABC Indonesia)

JAKARTA - Pemerintah Australia memperketat jumlah kerumunan, untuk menekan laju penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satu upayanya dengan menutup sejumlah tempat.

Sejak Australia memerangi pandemik Covid-19, dampaknya terhadap sektor ekonomi sudah diperkirakan, di mana bisnis-bisnisdi Australia mengalami penurunan pendapatan, bahkan kerugian. Akibatnya pelaku industri di sejumlah sektor dan pemilik bisnis terpaksa mengurangi jumlah pegawai yang dibutuhkannya.

Karena hal tersebut,sejumlah warga Indonesia di Australia dikurangi jam kerjanya, bahkan terancam kehilangan pekerjaan.

Baca Juga: Ini Profesi-Profesi yang Paling Terdampak Covid-19 di Skenario Sedang

Leonhard Dengah, warga Indonesia di Melbourne yang sedang menempuh pendidikan diploma jurusan memasak. Dirinya mengatakan, untuk membayar uang sekolah dan mencukupi kebutuhan hidup, harus bekerja paruh waktu di dua tempat yaitu, restoran dan kafe.

Namun, sejak mewabahnya virus corona, jadwal kerja Leon di kedua tempat tersebut berkurang hingga 30% sampai 50% dari biasanya. Dia pun harus menghadapi masalah besar, setelah pemerintah meminta restoran, bar, pub, untuk tutup sementara.

"Mulai Selasa besok restoran kami tutup, jadi saya kehilangan pekerjaan," jelas Leon, dilansir dari ABC Indonesia, Selasa (24/3/2020).

Baca Juga: Bantu Tangani Virus Corona, Jangan Tunggu Lebaran untuk Kasih Gaji ke-13 atau THR

Pria yang sudah tinggal di Melbourne sejak 2018 ini tidak sendiri. Teman kuliahnya yang bekerja di bidang perhotelan juga mengeluhkan hal yang sama.

"Teman-teman sejawat yang kerja di bidang perhotelan lagi susah cari kerja juga. Banyak yang di 'lay-off' (atau diberhentikan). Banyak bisnis tutup karena rugi," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami Jane Esther, seorang mahasiswi diploma di jurusan Ilmu Memasak Komersial dan Manajemen Perhotelan. Jane sebelumnya bekerja di sebuah restoran, sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar tiga minggu lalu.

"Kepala koki membuat jadwal sampai tiga minggu ke depan, dan yang saya lihat jadwal kerja saya dari semula 30 jam atau 40 jam tiba-tiba hanya tinggal 10 jam," kata Jane.

"Sebenarnya saya tidak diharuskan keluar dari tempat itu, tapi penghasilan dari jadwal kerja 10 jam tidak akan mencukupi. Dan sebagai seorang siswa, uang sekolah juga tetap berjalan," kata Jane yang mengaku membayar uang sekolahnya sendiri.

"Jadi saya mencari pekerjaan lain untuk minimal bisa mendapatkan 20 jam kerja."

Hari Minggu kemarin (22/3/2020), Jane menerima kabar jika restoran tempatnya bekerja dulu akan tutup sementara mulai hari Senin, untuk mendorong upaya 'social distancing'.

Seperti halnya Leon, dia kini dalam proses melamar pekerjaan supermarket yang sedang membuka lowongan besar-besaran bagi mahasiswa internasional.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini