nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pilot, Awak Kabin hingga Karyawan Maskapai Terancam PHK

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 15:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 26 320 2189358 pilot-awak-kabin-hingga-karyawan-maskapai-terancam-phk-V3ymM7lab7.jpg Pencegahan Virus Corona di Bandara. (Foto: Okezone.com/Angkasa Pura II)

JAKARTA - Indonesia National Air Carriers Association (Inaca) mengungkapkan berbagai upaya maskapai dalam mengurangi kerugian imbas meluasnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Hal ini dilakukan , karena terjadinya penurunan jumlah penerbangan baik rute dan frekuensinya hingga 50%.

Ketua Umum Inacaa Denon Prawiratmadja mengatakan, untuk mengurangi kerugian yang derita, beberapa waktu belakangan ini, sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi. Di antaranya dengan memilih opsi tutup operasi dan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya.

Baca Juga: Imbas Covid-19, Jumlah Penerbangan Turun Drastis hingga 50%

Diakui oleh Denon, untuk menyelamatkan industri penerbangan agar tetap eksis, baik saat ini maupun saat recovery nanti apabila pandemik Covid-19 sudah tuntas, maka Inaca saat ini sudah dan akan meminta sejumlah keringanan maupun insentif kepada Pemerintah.

"Yang kami harapkan adalah penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penagguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN, pemberlakuan diskon biaya bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

Baca Juga: Semakin Terpuruk, Maskapai Minta Keringanan hingga Insentif dari Pemerintah

Denon mengatakan, kondisi maskapai memang dalam kondisi sangat terpuruk hingga saat ini. Di tengah masa sulit karena tidak bisa melakukan penerbangan, maskapai mencatat frekuensinya sudah turun hingga 50%.

Semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan baik rute dan frekuensinya sampai dengan 50% atau lebih. Hal ini terjadi usai meluasnya virus corona ke seluruh wilayah Indonesia, sejak awal Maret.

“Diramalkan apabila penuntasan pandemik Covid-19 semakin tidak pasti hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk. Bahkan sebagianya akan tidak beroperasi karena bangkrut,” ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini