Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri ESDM Buka-bukaan Sulitnya Aliri Listrik Desa di Papua

Taufik Fajar , Jurnalis-Jum'at, 03 April 2020 |16:05 WIB
Menteri ESDM Buka-bukaan Sulitnya Aliri Listrik Desa di Papua
Listrik di Desa (Foto: Dok PLN)
A
A
A

Untuk itu, Menteri ESDM menyampaikan memang harus ada teknologi sendiri untuk bisa mendukung terjaminnya suplai.

”Program yang sama juga kita lakukan di tahun 2021, yaitu adalah antara lain juga untuk bisa menggantikan LTSHE yang memang life time-nya kurang lebih hanya 3 tahun, di tahun 2022 kita tambah demikian,” tambah Menteri ESDM.

Ke depannya, Menteri ESDM menyebutkan bahwa rumah tangga-rumah tangga ini akan disuplai, agar adanya peningkatan konsumsi penyerapan energi listrik untuk rumah tangga-rumah tangga sehingga bisa memiliki dukungan untuk kegiatan industri-industri rumah tangga.

Kalau di Papua yang masih dalam program 433 desa tersebut, Menteri ESDM sampaikan di Papua ada 326 desa yang harus dilistriki dan sudah mencoba untuk dipetakan.

”Papua Barat ada 102 desa, ada kurang lebih hampir 4.000 calon pelanggan. Nusa Tenggara Timur ada 5 desa dengan 177 calon pelanggan, kemudian Maluku hanya 1 desa dengan kurang lebih 30 pelanggan,” katanya.

Pelaksanaan dilakukan dengan sinergi antara anggaran pemerintah, anggaran otonomi khusus Papua, dana infrastruktur, dan Dana Desa untuk bisa mendukung program-program pembangunan program listrik desa ini.

”Program ini juga merupakan salah satu program dari pemerintah untuk penyaluran energi dengan dengan memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan untuk masuk di dalam sistem suplai energi nasional,” katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement