JAKARTA - Virus corona memberi tekanan luar biasa terhadap ekonomi global dan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor RI ke China merosot 12,07% menjadi USD 2,24 miliar.
Penurunan tajam juga terjadi pada ekspor minyak dan gas dan non-migas. Impor turun sebesar 2,71% menjadi USD 4 miliar. Penurunan paling besar pada komoditas buah-buahan, seperti apel dan anggur.
Baca Juga: Target Pasar Acara Hiburan Terimbas karena Covid-19
Namun demkian, Direktur Program Magister Manajemen Kalbis Institute Jakarta Dr. Joseph M J Renwarin mengatakan, setiap ada petaka selalu ada peluang bisnis. Bisnis yang mendapat keuntungan besar seperti penjualan masker, karena penularan virus korona melalui udara sehingga banyak orang yang membeli masker untuk keperluannya sendiri maupun untuk dijual lagi.
“Hand sanitizer dan juga rumah sakit mengalami kenaikan dalam jumlah pasien yang membuat mereka mendapatkan keuntungan juga, walaupun resiko mereka untuk bisa tertular penyakit ini juga besar,” tuturnya, dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2020).
Baca Juga: Sederet Peluang Indonesia di Tengah Pandemi Virus Corona
Dia mengatakan, fenomena virus corona membuat fakta menarik, di mana timbulnya kepanikan warga yang mulai berbelanja stok bahan mentah di supermarket sehingga membludak. Juga kebutuhan akan makanan cepat saji atau makanan mentah.