nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Corona, Masyarakat Menengah Berpotensi Turun Kelas Jadi Miskin

Minggu 05 April 2020 11:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 05 20 2194364 virus-corona-masyarakat-menengah-berpotensi-turun-kelas-jadi-miskin-6YuvATOx5i.jpg Kereta (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan dua paket stimulus ekonomi yang bernilai Rp405,1 triliun. Di antaranya adalah penambahan nilai manfaat kartu sembako dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 per bulan dan pembebasan tarif listrik bagi pelanggan listrik 450 va dan diskon 50% bagi pelanggan listrik 900 va bersubsidi.

Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan bahwa dalam pandemi virus corona seperti sekarang, tidak hanya kelas ekonomi miskin saja yang keuangannya terdampak. Namun juga kelas menengah, dan kelas rentan miskin, atau mereka yang sedang menuju ke golongan kelas menengah dari kelas ekonomi bawah.

Baca juga: Pasar hingga Supermarket Dapat Pengecualian dalam PSBB

Kelompok yang berada di tengah ini rentan kembali ke kelas miskin jika ada bencana alam atau masalah penyakit kesehatan dengan skala yang luas seperti pandemi Covid-19 sekarang. "Kalau kita melihat stimulus yang diberikan itu memang terasa kurang sekali dan tidak sensitif terhadap yang rentan miskin," kata Bhima mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Minggu (5/4/2020).

"Kalau saya bandingkan itu (stimulus) Rp405 triliun ini tidak ada apa-apanya dibanding Malaysia yang (jumlah stimulus ekonominya) hampir Rp1.000 triliun, bahkan Malaysia lebih sensitif menangani isu kelas menengah ini dengan menggratiskan internet yang setara Rp2,2 triliun," tambahnya.

Menurutnya, Pemerintah kurang sensitif dan hanya fokus ke level bawah, lalu langsung loncat ke korporasi. Pemerintah menurunkan tarif PPH badan jadi 17% secara bertahap.

Baca juga: Akurasi Dana Penerima Bansos Dinilai Rumit

"Jadi langsung jomplang, tengahnya kosong," ujarnya.

Untuk itu, Bhima menyarankan agar pemerintah memberikan transfer uang langsung kepada kelas menengah yang terdampak kelesuan ekonomi akibat virus corona.

Menurut perhitungannya, dengan membayarkan 80% dari UMR pekerja hotel dan restoran di Bali dan Lombok, misalnya, pengeluaran pemerintah tidak mencapai Rp1 triliun.

"Karena yang dibutuhkan ini adalah bagaimana caranya mereka tidak jatuh ke jurang kemiskinan karena hilangnya pendapatan dalam 1-2 bulan terakhir pasca Covid-19," tambah dia.

Transfer uang langsung, kata dia, bisa dilakukan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Dibandingkan dengan program-program yang sebenarnya telah menyasar orang miskin, tapi dananya ditambah, sementara yang rentan miskin ini jumlahnya cukup banyak, dan ini yang harus dipikirkan pemerintah," ujar Bhima.

Seperti diketahui, menurut Bank Dunia, pandemi virus corona akan menambah jumlah penduduk miskin di kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, hingga 11 juta orang.

Sementara itu, Organisasi Buruh Dunia memperkirakan pandemi global ini mengakibatkan hilangnya 5 sampai 25 juta lapangan pekerjaan, dan pendapatan warga dunia akan berkurang sampai USD3,4 triliun.

Di Jakarta, dinas tenaga kerja dan transmigrasi membuka link pelaporan data pekerja /buruh yang sudah di-PHK dan dirumahkan tanpa menerima upah (unpaid leave) karena wabah Covid-19.

Per 3 April terdata laporan 21.797 pekerja yang dirumahkan dan 3.611 pekerja yang di-PHK. Data ini akan dilaporkan ke pemerintah pusat.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini