nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Covid-19, Organda Sebut Omzet Pengusaha Bus Turun hingga 100%

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 05 April 2020 18:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 05 320 2194499 ada-covid-19-organda-sebut-omzet-pengusaha-bus-turun-hingga-100-6NGNOK6d6s.jpg Bus (Okezone)

JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) mencatat omzet pengusaha bus di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 anjlok 75% hingga 100%. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono pada telekonferensi di Jakarta.

Menurutnya penyebab omzet pengusaha bus turun drastis itu dari beberapa aspek. Seperti dari ditutupnya tempat wisata hingga kebijakan pelarangan kedatangan orang di daerah-daerah dan physical distancing.

 Baca juga: BPTJ Pertegas Surat Edaran Pembatasan Transportasi untuk Stakeholder Antisipasi Covid-19

"Jadi untuk penumpang, apabila sekarang kami sudah turun drastis sekali dari seluruh rata-rata angkutan yang ada kami rasakan penurunan 75% hingga 100% omzet. Dan itu sudah mulai dialami bahkan jauh-jauh hari sebelum Covid-19 merebak," ujar dia, Minggu (5/4/2020).

Dia menjelaskan, penutupan tempat wisata membuat angkutan pariwisata tidak menjalankan operasinya. Bahkan, angkutan tersebut hanya beroperasi sebagai evakuasi saja. Kemudian, lanjut dia angkutan perkotaan, baik di Jabodetabek maupun di daerah juga sudah berkurang.

"Hanya ada 15 hingga 20%. Secara omzet, penurunan sudah mencapai 100% juga," ungkap dia.

Sementara itu, tutur dia untuk angkutan logistik dan barang secara gradual juga sudah mengalami penurunan. Tercatat penurunan omzet dari angkutan barang mencapai 50 hingga 60%.

Dirinya menegaskan pihak yang paling merasakan dampak dari penyebaran Covif-19 di sektor transportasi ini adalah pekerja yang berhubungan langsung dengan operasional bus.

"Di mana jika bus tidak beroperasi, maka mereka tidak akan meraih pendapatan. Ini yang kami rasakan, terutama untuk seluruh awak kami yang berkaitan dengan operasional, ya no work, no pay, mereka kasihan sekali meskipun beberapa perusahaan melakukan back-up. Saya kira ini tidak akan lama," tandas dia.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini