Cadangan Devisa Indonesia Mengalami Penurunan, Ini 2 Alasan Utamanya

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 07 20 2195308 cadangan-devisa-indonesia-mengalami-penurunan-ini-2-alasan-utamanya-u83Gvf2eUt.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Dok BI)

JAKARTA - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 sebesar USD121,0 miliar atau turun USD9,4 miliar dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar USD130,4 miliar.

Melansir keterangan resmi Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (7/4/2020), penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan keperluan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah kondisi extraordinary karena kepanikan di pasar keuangan global dipicu pandemi COVID-19 secara cepat dan meluas ke seluruh dunia.

Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD121 Miliar di Tengah Covid-19

Kepanikan pasar keuangan global dimaksud telah mendorong aliran modal keluar Indonesia dan meningkatkan tekanan Rupiah khususnya pada minggu kedua dan ketiga bulan Maret 2020.

Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia, berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi pasar berangsur-angsur pulih dan mekanisme pasar kembali berjalan sejak minggu terakhir Maret 2020. Bank Indonesia memandang bahwa tingkat nilai tukar Rupiah dewasa ini relatif memadai dan secara fundamental undervalued dan diperkirakan akan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp15.000 per USD di akhir tahun 2020.

Baca Juga: Amankan Rupiah dari Virus Corona, Bagaimana Cadangan Devisa Indonesia?

Selain itu, Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. .

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini