nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siapkan Rp10 Triliun, Menteri Basuki Mulai Program Padat Karya di 34 Provinsi

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 13:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 08 320 2196028 siapkan-rp10-triliun-menteri-basuki-mulai-program-padat-karya-di-34-provinsi-0IKbA7bPJ1.jpg Salah Satu Proyek dalam Program Padat Karya Tunai. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Presiden Joko widodo (Jokowi) menginstruksikan supaya program padat karya dijalankan secepatnya. Hal ini pun direspons Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan percepat realisasi program padat karya tunai (cash for work) dengan anggaran sebesar Rp10 triliun yang tersebar di 34 Provinsi.

Percepatan program padat karya Kementerian PUPR utamanya adalah untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19.

Anggaran program padat karya tersebut digunakan untuk 7 program, yakni Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Pemeliharaan Rutin Jalan & Jembatan, Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Pembangunan Baru dan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya.

Baca Juga: Kontraktor Boleh Hentikan Proyek Infrastruktur Selama Pandemi Covid-19

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebab pembangunan infrastruktur padat karya, selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, juga bertujuan mengurangi pengangguran.

“Selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” ujar Basuki, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2020).

Pada tahun 2010 program padat karya yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air yakni P3TGAI yang tersebar di 10 ribu lokasi dengan anggaran Rp2,25 triliun. Saat ini sebanyak 761 lokasi P3TGAI sudah mempersiapkan/memulai kegiatan sosialisasi dan 73 lokasi sudah melaksanakan kegiatan konstruksi fisik, berupa pembangunan saluran irigasi tersier di 15 lokasi di Lampung, 10 lokasi di Bali, dan 48 lokasi di NTT, dengan anggaran per lokasi sebesar Rp 225 juta.

Di bidang jalan dan jembatan, melalui Ditjen Bina Marga pada tahun 2020 dilaksanakan PKT berupa pemeliharaan rutin jalan sepanjang 47.017 km dengan anggaran Rp0,489 triliun, misalkan untuk pembersihan median jalan, pengecatan marka dan berem. Selain jalan, juga dilakukan pemeliharaan rutin jembatan yang menggunakan skema swadaya masyarakat sepanjamg 496.080 m dengan anggaran Rp110 miliar, misalkan untuk pengecatan rangka jembatan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini