nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Proyek Infrastruktur Jalan Terus di Tengah Pandemi Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 12 April 2020 09:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 10 320 2197176 fakta-proyek-infrastruktur-jalan-terus-di-tengah-pandemi-covid-19-rxZ3IHND0o.jpg Konstruksi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Proyek infrastruktur khususnya proyek strategis nasional (PSN) masih terus dikerjakan di tengah pandemi virus corona atau coronavirus (Covid-19).

Pemerintah melalui Kementerian PUPR pun mengeluarkan Instruksi Menteri (Inmen) No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang ditandatangani pada 27 Maret 2020.

Instruksi tersebut sebagai bagian dari tindaklanjut arahan Presiden Joko Widodo pada 15 Maret 2020 terkait upaya pencegahan COVID-19 dan adanya penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan serta atas pertimbangan perkembangan pandemi COVID-19.

Namun kontraktor boleh menghentikan proyek infrastruktur dengan beberapa syarat.

Berikut beberapa fakta menarik soal pengerjaan infrastruktur di tengah pandemi Covid-19 seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (12/4/2020).

1. Menteri PUPR Belum Keluarkan Imbauan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum mengeluarkan imbauan untuk penghentian proyek infrastruktur. Meskipun saat ini pemerintah tengah fokus dalam penanganan pandemi virus corona (covid-19).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, hingga saat ini belum ada larangan pengerjaan proyek infrastruktur, sehingga proyek infrastruktur khususnya yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) masih tetap berjalan.

"Kalau untuk menghentikan proyek seperti imbauan sebelum Lebaran kita belum," ujarnya dalam telekonferensi, Senin 6 April 2020.

2. Pekerja Wajib Patuhi Aturan Protokol Kesehatan

 

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, meskipun dilanjutkan namun dirinya meminta gara pengerjaan tetap mengacu pada protokol kesehatan covid-19. Misalnya adalah seluruh pekerjanya harus menggunakan masker.

"Dulu kan imbauannya khusus yang sakit saja yang pakai masker. Sekarang harus semuanya pakai masker," kata Basuki.

3. Kontraktor Boleh Hentikan Proyek Infrastruktur

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperbolehkan untuk kontraktor menghentikan pengerjaan proyeknya. Asalkan, perusahaan tersebut memberikan jaminan pendapatan kepada para pekerja proyeknya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah meminta kepada seluruh kontraktor untuk menjamin hak para pekerja konstruksi. Bahkan menurutnya, jika perusahaan konstruksi tersebut kewalahan untuk membayar gaji, maka pihaknya akan menjamin seusai dengan kontrak.

"Kalau tidak mampu, kami akan jamin penghasilan sesuai kontrak yang ditandatangani," ujarnya.

Menurut Basuki, saat ini pihaknya tengah mendata para pekerja yang terlibat proyek infrastruktur. Hal ini untuk memastikan jika para tenaga kerja konstruksi tetap bisa mendapatkan haknya meskipun situasi di dalam negeri sedang tidak kondusif.

4. Proyek Tol Dilanjutkan

Salah satu contoh proyek yang masih diperbolehkan untuk dikerjakan adalah Jalan Tol Cileunyi-Sumedang, Dawuan (Cisumdawu).

Menurut Basuki, ada beberapa pertimbangan mengapa jalanpryek ini bisa dilanjutkan, salah satunya adalah karena letaknya yang jauh dari pemukiman warga.

5. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Proyek infrastruktur masih berjalan hingga saat ini namun harus memperhatikan protokol covid-19 untuk tenaga konstruksi proyek infrastruktur. Salah satunya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan oleh PT KCIC.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono masih akan melihat perkembangannya, meskipun lokasi proyek ini sangat berdekatan dengan pemukiman warga.

"Asal diatur dengan protokol kesehatan masih bisa dilaksanakan, kami membolehkan juga,” kata Basuki.

Meskipun begitu lanjut Basuki, dirinya juga menerima beberapa permintaan untuk menghentikan proyek. Dirinya hanya berpesan agar proyek yang dihentikan ini harus tetap menanggung gaji dari para pekerjanya.

“Ini dalam suasana force majeure sehingga kami menerima apa yang mereka usulkan dengan catatan," kata Basuki.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini