Share

Program Pra-Kerja, Ada yang Akui Soal Matematikanya Mudah hingga Telat Mendaftar

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 320 2200786 program-pra-kerja-ada-yang-akui-soal-matematikanya-mudah-hingga-telat-mendaftar-35NVvKSfxt.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pendaftaran Kartu Pra-kerja gelombang pertama telah selesai. Menurut jadwal, pendaftaran Kartu Prakerja tahap II dibuka pada 20 April 2020. Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, 5.965.048 user telah mendaftar. Kemudian telah dilakukan verifikasi email 4.428.669 user dan berdasarkan NIK sebanyak 3.294.190 user.

Lalu akan diproses lagi dengan data yang ada dari kementerian dan yang lain maka yang telah memasuki join batch adalah 2.078.026 user. Dari jutaan akun tersebut, Fahmi adalah salah satu orang yang mendaftar.

Baca Juga: Menko Airlangga ke Peserta: Optimalkan Kartu Pra-Kerja

Dia mengaku tak kesulitan saat mendaftar. Hanya saja, waktu yang diperlukan saat mengisi data dan soal terbilang cukup lama karena soal yang diberikan cukup beragam.

"Waktunya terlalu lama, ditanyanya seperti kita waktu diinterview, sebelum kerja kan ada interview dan test psikolog, misalnya setuju atau tidak setuju, netral dan sangat setuju atau tidak sangat setuju," cerita dia kepada Okezone, Jumat (17/4/2020).

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini ke Rp16.445 per USD

Salah satu warga Karawaci ini menjabarkan, soal yang diberikan mulai dari Matematika, baik diagram dan kurang tambah bagi. Namun mayoritas adalah soal tentang psikolog.

"Bagi aku pribadi, masih mudah," katanya.

Saat ini, dia tengah menunggu hasil evaluasi pendafraran hingga 17 April. Jika berhasil terdaftar, Fahmi berencana mengambil pelatihan K3 atau Safety.

"Harapannya pra-kerja ini bisa mengurangi pengangguran dan saya mendapat perkerjaan yang sesuai pelatihannya," tutur pria yang sebelumnya kerja di salah satu perusahaan swasta.

Sayangnya, tidak semua orang paham seperti Fahmi. Ada salah satu korban PHK di Depok Jawa Barat yang bahkan tidak mengetahui program kartu pra-kerja. Padahal, program kartu pra-kerja merupakan salah satu andalan pemerintah untuk menanggulangi dampak virus corona atau covid-19 terhadap masyarakat.

Baca Juga: Uang Saku Peserta Kartu Pra-Kerja Dikirim Melalui Dompet Digital

Prily terpaksa berhenti bekerja dari salah satu perusahaan ritel pakaian. Puluhan temannya juga ikut di PHK karena penjualan perusahaan turun tajam.

Dia mengaku tak tahu ada program kartu pra-kerja yang bisa diikuti oleh pengangguran dan korban PHK.

Rupiah Ditutup Menguat 1,18% ke Rp16.305/USD

"Aku enggak tahu apa-apa, kalau memang benar ada mau daftar," kata dia. Kini Prily berniat mendaftar saat gelombang dua di buka pada 20 April.

Untuk diketahui, program ini menelan anggaran yang tidak sedikit. Anggaran pra-kerja ini Rp20 triliun, di mana Rp5,6 triliun di antaranya merupakan alokasi untuk pelatihan online.

Peserta akan mendapatkan biaya pelatihan Rp1 juta untuk pelatihan online. Sambil pelatihan, mereka akan mendapatkan manfaat dalam bentuk insentif bantuan dana Rp600.000 per bulan untuk 4 bulan dan survei Rp50.000 untuk 3 kali survei.

Program kartu pra-kerja akan menyasar 6 juta peserta pada tahun ini. Rinciannya, sebanyak 400.000 peserta skemanya akan ditangani oleh BPJS-Tenaga Kerja (BPJS-TK).

Lalu, sebanyak 5,6 juta peserta untuk korban PHK dan sektor informal yang kesulitan tidak kerja karena covid-19 yang akan dibantu oleh program kartu pra-kerja.

Program Kartu Prakerja diciptakan untuk pengembangan potensi kerja. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mengurangi dampak ekonomi bagi orang yang terkena PHK atau dirumahkan akibat pandemi virus corona.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini