Gaji Pegawai Dipotong, Bos Garuda: Agar Bisnis Tetap Jalan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 19:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 17 320 2200903 gaji-pegawai-dipotong-bos-garuda-agar-bisnis-tetap-jalan-WHiVkeHK0q.jpg Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Garuda Indonesia melakukan pemotongan gaji pada pegawainya. Pemotongan gaji yang dilakukan ini beragam dari mulai 10% hingga 50%.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, langkah pemotongan gaji pegawai tersebut diberlakukan untuk memastikan business sustainability perusahaan tetap terjaga. Apalagi, saat ini bisnis perusahaan tengah tertekan virus corona.

 Baca juga: Dampak Corona, Garuda Indonesia Potong Gaji Direksi hingga Pegawainya

"Pemotongan gaji ini merupakan opsi terbaik yang bisa diambil oleh Perusahaan saat ini di tengah tantangan kinerja operasional yang terdampak secara menyeluruh pada lini bisnis sektor penerbangan," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Jumat (18/4/2020).

Menurut Irfan, kebijakan ini diambil dengan pertimbangan yang sangat mendalam atas kondisi Perusahaan saat ini. Dirinya percaya langkah ini dapat dan akan mampu membantu perseroan melewati masa yang kurang menguntungkan bagi industri penerbangan, sehingga kembali siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan operasional secara optimal ke depannya.

 Baca juga: 6 Anak Usaha Garuda Indonesia Dimerger, Dirut: Karyawan Bakal Dilalihkan

"Pemotongan gaji dilakukan secara proporsional mulai dari level direksi hingga staf mulai dari 10% untuk level staf hingga 50% untuk direksi," ucapnya.

Apalagi lanjut Irfan, sebagai national flag carrier, Garuda Indonesia berkomitmen untuk terus beroperasi menunjang kebutuhan masyarakat baik dari layanan logistik maupun operasional penerbangan. Untuk itu, Garuda Indonesia harus mempertimbangkan berbagai hal untuk memastikan perusahaan tetap berkinerja dengan maksimal.

Lagu pula lanjut Irfan, pemotongan gaji ini hanya bersifat sementara atau penundaan. Sebab perseroan akan mengembalikan akumulasi pemotongan pada saat kondisi kembali stabil.

"Adapun untuk kebijakan Tunjangan Hari Raya tetap akan kami berikan sesuai aturan yang berlaku," kata Irfan.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini