S&P Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 1,8% Tahun Ini

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 18 April 2020 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 18 20 2201219 s-p-proyeksikan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-jadi-1-8-tahun-ini-55esaS1Veu.jpg Implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi 1,8% pada tahun ini karena terdampak pandemi Covid-19. Prediksi ini juga selaras asesmen Bank Indonesia terkait ekonomi Indonesia yang akan menurun.

Melansir keterangan BI, Sabtu (18/4/2020), S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia akan melambat, sebelum membaik secara kuat pada satu atau dua tahun ke depan.

Baca Juga: Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I hanya 4,5%

Keputusan Pemerintah untuk mengeluarkan sejumlah langkah kebijakan fiskal yang berani akan membantu mencegah pemburukan ekonomi jangka panjang. Karenanya, tingkat pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia diperkirakan akan tetap jauh di atas rata-rata negara peers. Keunggulan dari sisi kinerja ekonomi jangka panjang ini mengindikasikan dinamika ekonomi yang konstruktif di Indonesia.

S&P juga memandang bahwa nilai tukar Rupiah yang sempat terdepresiasi cukup tajam telah berdampak negatif terhadap sektor eksternal dan meningkatkan biaya utang luar negeri sehingga dapat mempengaruhi kemampuan Pemerintah dalam membayar kewajibannya.

Meskipun demikian, S&P meyakini Indonesia dapat mengelola risiko tersebut mengingat dalam beberapa tahun terakhir Indonesia mempunyai akses yang besar dan berkelanjutan ke pasar keuangan dan penanaman modal asing, bahkan ketika situasi pasar keuangan sedang bergejolak.

S&P menilai fleksibilitas nilai tukar Rupiah akan memberikan manfaat bagi daya saing eksternal Indonesia selama beberapa tahun ke depan dan memperbesar ruang bank sentral dalam menjaga cadangan devisa.

S&P memperkirakan nilai tukar Rupiah akan secara bertahap menguat seiring dengan kondisi pasar keuangan global yang berlanjut stabil hingga akhir 2020.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini