NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat berakhir melemah pada perdagangan Jumat, karena investor merespons positif tentang hasil uji coba obat untuk penanganan pasien virus Corona oleh Gilead Sciences Inc (GILD.O).
Selain itu, investor juga sedang menantikan rencana Presiden Donald Trump untuk membuka kembali perekonomian. Dengan sentimen tersebut, selera investasi pun kembali ke aset yang berisiko.
Sentimen didorong oleh laporan data parsial soal uji coba obat eksperimental pada pasien Covid-19 yang sakit parah di Rumah Sakit University of Chicago. Pasien itu merespons secara positif obat eksperimental remdesivir.
Baca Juga: Dolar Menguat karena Data Pengangguran AS Meningkat
Kemudian rencana Presiden Trump untuk membuka kembali ekonomi terbesar di dunia itu direspons baik oleh investor sebagai tanda positif. Bahkan setelah data pengangguran menunjukkan rekor sebanyak 22 juta orang Amerika.
Maka dari itu, dolar AS pun tertekan, dengan indeks turun 0,08%. Aset safe-haven lainnya seperti yield Treasury lebih rendah, sementara indeks S&P 500 .SPX menguat 1,8%.
Dolar juga jatuh terhadap euro dan pound Inggris. Namun menguat terhadap yen Jepang dan franc Swiss.