"Saya pikir ada optimisme umum hari ini sehingga dolar menurun. mengambil kursi belakang yang sederhana. Tapi secara keseluruhan, dolar akan tetap menjadi raja dalam beberapa bulan mendatang. Bahkan ketika kita keluar dari dolar tertinggi bulan lalu, itu akan tetap kuat secara historis," " kata Wakil Presiden Tempus John Doyle, dilansir dari Reuters, Sabtu (18/4/2020).
Ketika dolar jatuh, euro naik 0,30%. Sebelumnya Euro telah turun sekitar 1,46% terhadap dolar bulan ini atau menghadapi penurunan bulanan terbesar sejak Juli tahun lalu.
“Status EUR mungkin telah berevolusi sejak wabah Covid-19, ke depan, kami bearish. Ini karena kami memperkirakan data Eropa akan terpisah lebih jauh dari data AS, dan itu sebagian disebabkan oleh kurangnya respons fiskal Eropa yang terkoordinasi,” tulis Ahli Strategi Bank of America.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.