"Nanti ke depannya, (karena sekarang) kami ibaratnya bayi yang baru lahir, jadi kami terus belajar dari proses yang ada. Kami berjanji akan memperbaiki layanan kami, sehingga ke depannya (ditargetkan) akan ada menu untuk sorting harga dan rating pelatihan, bahkan nanti setelah pandemi berlalu akan bisa diukur jarak dari rumah, kalau sudah bisa pelatihan offline,” katanya.
Sementara itu, berbeda dengan Denni dan juga Panji, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut terdapat 2.000 jenis pelatihan secara daring. Jumlah tersebut didapat dari 198 lembaga pelatihan yang bekerjasama dengan 8 platform digital.
Airlangga mengimbau agar peserta dapat mulai mengunjungi situs platform digital, membandingkan harga, dan memilih jenis pelatihan sesuai minat atau kebutuhan.
Manajemen pelaksana dan platform akan fokus menambah jumlah dan variasi jenis maupun lembaga pelatihan. Jenis pelatihan secara offline atau dengan tatap muka dapat dilaksanakan setelah Pemerintah mengevaluasi aspek keamanan dan setelah pembatasan sosial telah dicabut.
“Statistik menunjukkan, antusias masyarakat terhadap Program Kartu Prakerja sangat besa," kata Airlangga.
(Fakhri Rezy)