Ternyata Penyelesaian Krisis 1998, 2008 dan 2020 Memiliki Kesamaan

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 26 April 2020 15:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 26 20 2205126 ternyata-penyelesaian-krisis-1998-2008-dan-2020-memiliki-kesamaan-Q9zYk1tBni.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Krisis yang terjadi pada tiga periode yang berbeda yakni 1998, 2008 dan 2020 memang memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Namun ternyata ketiganya memiliki solusi yang serupa.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean mengatakan, masing-masing krisis yang terjadi seluruhnya harus diselesaikan dengan solusi penyelesaian global. Mengingat, krisis yang terjadi pada tiga periode berbeda itu juga terjadi hampir diseluruh dunia.

Baca juga: Menkeu Ungkap 3 Langkah Indonesia Hadapi Virus Corona, Apa Saja?

"Kedua yang saya amati dari 3 krisis ini, adalah setiap krisis sifstnya global membutuhkan solusi yang global regional," ujarnya dalam diskusi virtual, Minggu (26/4/2020).

Salah satu contohnya adalah pada krisis keuangan yang terjadi pada 1998. Ketika krisis yang terjadi di Asia berawal dari Thailand.

Langkah penyelesaian yang diambil pun dilakukan secara komprehensif antar negara-negara di kawasan Asia. Ketika itu, berbagai lembaga multilateral di Asia berkolaborasi untuk menyeleasikan masalah ini.

 Baca Juga: Kuat saat Krisis 1998, UMKM Kini Paling Terdampak Corona

"Tahun 1998 mulai di Thailand rusak asia. Kalau kita lihat penyelesaian itu secara komprehensif di tingkat asia, ada perubahan di dalam tata cara goverment teknik penyelesaian krisis dari lembaga multilateral bekerja di Asia. Ada satu mekanisme baru. Muncul berbagai macam kolaborasi," jelasnya.

Lalu beralih pada krisis 2008 yang terjadi akibat kebangkrutan yang terjadi pada Amerika Serikat. Masalah ini terjadi karena industri hipotek memberikan dana kepada para peminjam yang sebenarnya tidak mampu membayar.

Kemudian sebagai langkah penyelesaiannya, pemerintah Amerika Serikat dan Eropa segera menyelamatkan lembaga keuangan dengan menggunakan pajak yang dibayarkan masyarakat.

Pada pertemuan G20, ekonomi terbesar dunia menyadari perlunya mendukung ekonomi dunia, dan menyepakati serangkaian kebijakan untuk membangkitkan pertumbuhan. Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia bahkan harus melakukan perubahan kebijakan.

"Mekanisme G20 kita liat mekanisme lain bahkan imf dan bank dunia terjadi perubahan fundamental dan governance," ucapnya.

Sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk menyelesaikan krisis tahun ini juga pun perlu dilakukan langkah komprehensif dari seluruh dunua. Sebab jika tidak dilakukan secara bersama-sama, akan terjadi perubahan arah (polarisasi) baik secara global maupun nasional.

"Di 2020 krisis ini hanya bisa selesai kalau komperensif afa global solution. Di 1998 dan 2008 polarisasi gobal dan nasional tdk ada. Muncul setelah 2001 tapi 2008 penyelesaian krisis global tidak terjadi polarisasi," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini