5.700 WNI Pulang dari Luar Negeri Melalui Bandara Soetta

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 03 Mei 2020 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 320 2208404 5-700-wni-pulang-dari-luar-negeri-melalui-bandara-soetta-YuLkSp7aw2.jpg Bandara (Okezone)

JAKARTA – Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan kelancaran pelayanan penerbangan repatriasi Warga Negarai Indonesia (WNI) dari luar negeri. Terutama di tengah pandemi global COVID-19.

Sejak 2 Maret 2020 hingga 1 Mei 2020, sekira 5.700 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Anak Buah Kapal (ABK) telah tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

 Baca juga: Menhub Sembuh dari Corona, Langsung Siapkan 6 Cluster Penerbangan untuk Pemulangan TKI

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak stake holders dalam hal ini BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia), Pemerintah Daerah Asal Pekerja, Berbagai Kementerian dan Lembaga serta pihak pihak lainnya untuk memastikan proses pemulangan WNI berjalan lancar di Bandara Internaaional Soekarno-Hatta.

“Bandara Soekarno-Hatta siaga 24 jam untuk melayani penebangan repatriasi dan menyambut kepulangan WNI di Tanah Air. Kami berkoordinasi intensif dengan kementerian terkait antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan serta pemerintah propinsi asal WNI yang pulang dengan penerbangan repatriasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (3/5/2020).

 Baca juga: Penerbangan Internasional Tidak Terdampak Pelarangan Mudik

Pihaknya juga berkoordinasi dengan BP2MI serta pemerintah daerah tempat asal WNI yang ikut repatriasi, untuk menyiapkan berbagai kebutuhan. Misalnya pengetesan rapid test di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta.

"Sehingga proses pemulangan hingga ke tujuan akhir di provinsi/kota tersebut dapat berjalan lancar dan juga tidak memakan waktu,” ujar Muhammad Awaluddin.

Adapun penerbangan repatriasi WNI merupakan penerbangan yang diperbolehkan beroperasi di wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Zona Merah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri tahun 1441 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Penerbangan repatriasi ini umumnya dilakukan untuk mengantar pulang WNI dari suatu negara. Di mana negara tersebut telah memberlakukan pelarangan penerbangan komersial atau memang sudah sulit/tidak ada penerbangan komersial karena satu dan lain hal.

Soekarno-Hatta sendiri merupakan bandara terbesar di Tanah Air yang di tengah pandemi ini masih siaga beroperasi 24 jam setiap hari guna menjaga konektivitas transportasi udara Indonesia baik di dalam negeri mau pun internasional.

Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa WNI yang turut dalam penerbangan repatriasi akan menjalani protokol kesehatan penanganan COVID-19.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini