Imbas Covid-19, Warren Buffett Jual Seluruh Sahamnya di 4 Maskapai AS

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 21:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 278 2209148 imbas-covid-19-warren-buffet-jual-seluruh-sahamnya-di-4-maskapai-as-ELPS22EuZW.jpg Warren Buffett (Reuters)

JAKARTA - Berkshire Hathaway Inc menjual seluruh sahamnya di empat maskapai penerbangan terbesar AS pada April. Hal ini dikarenakan anjloknya industri penerbangan saat ini.

Melansir reuters, Jakarta, Senin (4/5/2020), perusahaan yang dimiliki Warren Buffett tersebut menyatakan dunia telah berubah untuk industri penerbangan. Maka dari itu, Berkshire melepas sahamnya di industri penerbangan.

 Baca juga: Virus Corona Bikin Kekayaan Jeff Bezos Jadi Dua Kali Lipat dari Bos Facebook

Buffett mengatakan pandangan industri penerbangan berubah dengan cepat. “Kami membuat keputusan itu dalam hal bisnis penerbangan. Kami mengeluarkan uang dari bisnis pada dasarnya bahkan dengan kerugian besar, ”kata Buffett.

Berkshire Hathaway telah memegang posisi yang cukup besar di 4 maskapai, yaitu 11% saham di Delta Air Lines (DAL.N), 10% dari American Airlines Co (AAL.O), 10% dari Southwest Airlines Co (LUV.N) dan 9 % dari United Airlines (UAL.O) pada akhir 2019.

 Baca juga: Daftar 5 Miliarder Tertua di Dunia, Ada yang Berusia 101 Tahun

"Kami tidak akan mendanai perusahaan itu - di mana kami pikir itu akan menghasilkan uang di masa depan," tambahnya.

Berkshire mengungkapkan bahwa pada 3 April telah menjual sekira 18% saham Delta dan 4% saham Southwest.

Buffett mengatakan Berkshire telah menginvestasikan sekitar USD7 miliar atau USD8 miliar mengumpulkan saham di empat maskapai termasuk American Airlines Group Inc (AAL.O).

"Kami tidak mengeluarkan apa pun seperti USD7 atau USD8 miliar dan itu adalah kesalahan saya," kata Buffett.

Seperti diketahui, saham maskapai penerbangan sangat terpukul oleh permintaan perjalanan AS yang hampir runtuh di tengah pandemi coronavirus. Maskapai penerbangan AS mengurangi ratusan ribu penerbangan, memarkir ribuan pesawat.

Permintaan perjalanan AS telah turun sekitar 95%. Selain itu, tidak ada jadwal yang jelas bagi penumpang untuk kembali ke penerbangan di tingkat sebelum krisis.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini