Dilema Inflasi Rendah saat Ramadhan, Harga Terkendali tapi Daya Beli Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 320 2208953 dilema-inflasi-rendah-saat-ramadhan-harga-terkendali-tapi-daya-beli-turun-QjBipFFzZc.jpg inflasi turun (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi pada April 2020 sebesar 0,08%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,10%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, rendahnya inflasi ini membuktikan dua hal. Pertama adalah, inflasi rendah ini membuktikan adanya penuruanan pada daya beli masyarakat.

 Baca juga: Jasa Angkutan Udara Turun, Transportasi Catat Deflasi 0,42%

"Perlu dicermati, karena turun inflasi ini, ini menujukan ada pelemahan daya beli pada rumah tangga," ujarnyad dalam teleconfrence, Senin (4/5/2020).

Menurut pria yang kerap disapa Kecuk,penurunan ini terjadi setelah adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di beberapa daerah. Hal tersebut membuat daya beli masyarakat semakin menurun karena aktivitas dibatasi.

"Kemungkinan besar karena adanya penurunan permintaan barang dan jasa dari masyarakat karena penurunan aktivitas sosial akibat implementasi PSBB di berbagai wilayah," jelasnya.

 Baca juga: Kenaikan Harga Pangan hingga Rokok Kerek Inflasi ke 0,08%

Sementara itu di sisi lain, rendahnya angka inflasi ini juga membuktikan jika harga bahan pokok di bulan puasa dan di tengah pandemi corona ini masih terjaga. Ini juga membuktikan jika pasokan pangan lancar meskipun ada aturan PSBB.

"Terjaganya pasokan bahan pangan. Pemerintah sudha siapkan sejak awal, sehingga kalau kita lihat harganya sangat stabil sehingga pasokan pangan terjadi," kata Kecuk.

Menurut Kecuk, angka inflasi ini juga menjadi kabar baik. Sebab biasanya, pada bulan puasa, setiap tahunnya harga bahan pokok selalu tinggi sehingga inflasinya pun sering kali meningkat.

"Pattern ini tidak biasa. Kalau Ramadhan dan idul fitri ada inflasi karena permintaan masyarakat ke barang dan jasa meningkat, tp karena tahun ini situasi tidak biasa akibat pandemi, pola inflasi berubah. Bisa dilihat, inflasi april 0,08% mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya," kata Kecuk.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini