Harga Properti Anjlok 15% di Australia Imbas Covid-19

Senin 04 Mei 2020 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 470 2209127 harga-properti-anjlok-15-di-australia-imbas-covid-19-rUBGjteVZI.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Harga properti di Australia diperkirakan anjlok sekira 15% akibat pembatasan sosial untuk mengatasi pandemi virus corona. Banyak pihak merasa terpukul dan dirugikan namun ada pula yang merasa diuntungkan.

Pengamat properti Martin North menyebutkan banyak pemilik sekarang menjual propertinya. "Data survei saya menunjukkan peningkatan tekanan kredit KPR secara cepat," kata North, mengutip ABC.net, Jakarta, Senin (4/5/2020).

 Baca juga; Virus Covid-19 Berdampak ke Sektor Properti Tanah Air?

Pandemi COVID-19, menurut data yang dimiliki North, telah menyebabkan tekanan pada 27 persen pemegang KPR dan pada 18 persen pemilik properti tanpa KPR.

Menurut dia, para investor properti kini ingin menjual propertinya meskipun tersedia penundaan cicilan kredit dari perbankan dan skema dukungan pemerintah.

 Baca juga: BI Catat Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas di Kuartal IV-2019

Ekonom utama Bank NAB, Alan Oster lebih optimis, namun sependapat bahwa masih banyak kendala ke depan.

"Kami memperkirakan mungkin minggu depan, dan pastinya pertengahan tahun ini, tingkat pengangguran akan mencapai 10 persen," kata Oster.

"Tapi secara umum kami memperkirakan penurunan harga rumah sekitar 15 persen selama 12 bulan ke depan dan kemudian stabil pada pertengahan tahun depan," jelas Oster.

Oster mengatakan, Bank NAB melihat tiga skenario berbeda untuk harga rumah, yaitu bagus, ringan, dan yang depresi berat.

"Kita akan melihat harga rumah anjlok 30 persen, yaitu kasus terburuk. Tapi saya pikir kemungkinan itu terjadi sangat kecil," tambah Oster.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini