JAKARTA - Harga properti di Australia diperkirakan anjlok sekira 15% akibat pembatasan sosial untuk mengatasi pandemi virus corona. Banyak pihak merasa terpukul dan dirugikan namun ada pula yang merasa diuntungkan.
Pengamat properti Martin North menyebutkan banyak pemilik sekarang menjual propertinya. "Data survei saya menunjukkan peningkatan tekanan kredit KPR secara cepat," kata North, mengutip ABC.net, Jakarta, Senin (4/5/2020).
Baca juga; Virus Covid-19 Berdampak ke Sektor Properti Tanah Air?
Pandemi COVID-19, menurut data yang dimiliki North, telah menyebabkan tekanan pada 27 persen pemegang KPR dan pada 18 persen pemilik properti tanpa KPR.