5 Fakta Terbaru soal Pengangguran di Indonesia, Jumlahnya Naik Jadi 6,8 Juta Orang

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2020 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 320 2211090 5-fakta-terbaru-soal-pengangguran-di-indonesia-jumlahnya-naik-jadi-6-8-juta-orang-A7uMYJcReG.jpg Kerja (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Angka pengangguran di Indonesia kembali bertambah. Dalam data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Indonesia bertambah menjadi 6,88 juta orang pada Februari 2020.

Angka ini naik 60.000 orang 0,06 juta orang dibanding periode yang sama tahun lalu.

Namun, berbeda dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 4,99% pada Februari 2020.

Baca Juga: Banten Jadi Provinsi Paling Banyak Pengangguran di Indonesia

Berikut fakta-fakta menarik soal pengangguran seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (10/5/2020).

1. Pengangguran Bertambah Jadi 6,88 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah pengangguran di Indonesia bertambah menjadi 6,88 juta orang pada Februari 2020. Angka ini naik 60.000 orang 0,06 juta orang dibanding periode yang sama tahun lalu.

Angka pengangguran ini belum dihitung sebelum pandemi virus corona merebak di Indonesia.

 

2. Jumlah Angkatan Kerja

Saat ini, jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang, naik 1,73 juta orang dibanding Februari 2019. Berbeda dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 0,15%.

Baca Juga: 6,88 Juta Orang Nganggur, Paling Banyak Lulusan SMK

Penduduk yang bekerja sebanyak 131,03 juta orang, bertambah 1,67 juta orang dari Februari 2019. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terutama Jasa Pendidikan (0,24%), Konstruksi (0,19%), dan Jasa Kesehatan (0,13%). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terutama pada Pertanian (0,42%), Perdagangan (0,29%), dan Jasa Lainnya (0,21%).

Sebanyak 74,04 juta orang (56,50%) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir (Februari 2019–Februari 2020), persentase pekerja formal meningkat sebesar 0,77%.

Persentase tertinggi pekerja pada Februari 2020 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) sebesar 69,90%. Sementara itu, pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu (23,74%) dan pekerja setengah penganggur (6,36%). Dalam setahun terakhir, persentase pekerja setengah penganggur turun sebesar 1,01%, sedangkan persentase pekerja paruh waktu meningkat sebesar 1,07%.

3. Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendominasi jumlah pengangguran di Indonesia yang mencapai 6,88 juta orang pada Februari 2020.

Lulusan SMK menyumbang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan mencapai 8,49%.

"Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih yang paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,49%," kata Kepala BPS Suhariyanto.

Namun, perkembangan tren pengangguran lulusan SMK mengalami penurunan dari tahun 2018 hingga 2020.

Tercatat, angka pengangguran lulusan SMK mencapai 8,92% pada Februari 2018, kemudian turun menjadi 8,63% pada Februari 2019.

4. Banten Jadi Provinsi Banyak Pengangguran

Banten menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia. Dari jumlah 6,88 juta orang pengangguran pada Februari 2020, sebanyak 8,01% berada di Banten.

Sementara, jumlah pengangguran di Bali paling rendah mencapai 1,21%. Demikian seperti diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto.

"Pengganguran di Bali yang terendah 1,21%, sementara di Banten 8,01% tidak banyak berubah," kata Suhariyanto.

5. Daftar Provinsi dengan Jumlah Pengangguran Tertinggi

Selain Banten, jumlah pengangguran tertinggi kedua berada di Jawa Barat mencapai 7,69%. Disusul Maluku 7,69%. Sementara jumlah pengangguran di DKI Jakarta mencapai 4,93%.

Berikut jumlah pengangguran di atas 5% menurut Provinsi pada Februari 2020:

Riau 5,07%, Sumatera Barat 5,22%, Aceh 5,42%, Sulawesi Utara 5,57%, Kepulauan Riau 5,57%, Kalimantan Utara 5,65%, Sulawesi Selatan 6,07%, Papua Barat 6,20%, Kalimantan Timur 6,88%, Maluku 7,02%, Jawa Barat 7,69% dan Banten 8,01%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini