Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Inflasi Rendah, Permintaan Lesu Imbas Covid-19

Giri Hartomo , Jurnalis-Sabtu, 09 Mei 2020 |08:12 WIB
5 Fakta Inflasi Rendah, Permintaan Lesu Imbas Covid-19
Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)
A
A
A

3. Inflasi Lebaran Diprediksi Rendah

Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Ramadan pada tahun ini juga akan lebih rendah dibandingkan inflasi Ramadan tahun sebelumnya.

"Historisnya bisa 0,6%-0,9%. Ini akan jauh lebih rendah karena faktor PSBB, pembatasan mobil, manusia, pengaruh permintaan barang jasa. Itu mendasari kenapa inflasi tahun ini lebih rendah dan sesuai sasaran yaitu 3% plus minus 1%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

4. Inflasi Rendah di Luar Perkiraan BI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, inflasi April 0,08% di luar perkiraan BI. Rendahya inflasi menunjukkan bahwa faktor permintaan yang rendah juga.

"Kalau permintaan rendah, permintaan rendah barang dan jasa maka tekanan inflasinya rendah," kata Perry.

Menurut Perry, rendahnya inflasi disebabkan penanganan Covid-19 seperti melakukan social distancing, phsyical distancing, Work Form Home (WFH) serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Itu memengaruhi kegiatan aktivitas manusia dan memengaruhi juga permintaan barang dan jasa karenanya inflasi lebih rendah dari yang kita diperkirakan," ujarnya.

5. Pemicu Inflasi April

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi pada April 2020 sebesar 0,08%. Salah satu yang mendongkrak inflasi pada tahun ini adalah dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,09% dengan andilnya sebesar 0,02%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, salah satu yang menyebabkan inflasi adalah kenaikan pada harga bawang merah yang mengalami kenaikan sebesar 0,08%. Kemudian ada juga harga gula pasir yang mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang inflasi sebesar 0,02%.

"Kelompok pengeluaran yang sumbang andil inflasi, kelompok makanan minuman dan tembakau inflasi 0,09% dan andilnya kepada inflasi 0,02%. Beberapa komoditas yang berikan andil ke inflasi karena kenaikan harga adalah bawang merah 0,08%, gula pasir andil 0,02%," ujarnya.

Selain itu, ada juga kenaikan pada harga minyak goreng sebesar 0,01%. Selain itu, harga beras hingga Rokok baik filter maupun rokok putih juga mengalami kenaikan hingga 0,01%.

"Beberapa barang seperti minyak goreng, rokok filter, rokok putih, beras. Masing-masing 0,01%," ucapnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement