Jika Covid-19 Berlalu, Apa yang Harus Dilakukan Pelaku Usaha?

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 12 Mei 2020 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 320 2212748 jika-covid-19-berlalu-apa-yang-harus-dilakukan-pelaku-usaha-rjAxelsKQa.jpg Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Jika Covid-19 berlalu, banyak yang membayangkan situasi akan kembali normal seperti sedia kala. Namun, ternyata situasi tidak akan sama.

Nantinya akan ada fenomena yang dinamakan The New Normal. CEO Maestro Consulting Handoko Wignjowargo mengatakan, The New Normal adalah sebuah situasi baru yang terbentuk akibat adanya katalisator perubahan. Dalam hal ini katalisatornya adalah virus corona.

"Contoh, jika masa sebelum Covid-19 menggunakan pakai masker tampak upnormal. Tetapi pada masa New Normal, orang ke mana-mana akan pakai masker. Tidak hanya masker berwarna putih atau hijau (masker medis), melainkan akan muncul masker modis," ujar CEO Maestro Consulting Handoko Wignjowargo kepada Okezone.

Baca Juga: Kondisi Bisnis Setelah Covid-19 Berlalu, Begini Proyeksinya

Lalu apa yang harus dilakukan para pengusaha agar siap menghadapi situasi The New Normal?

Handoko menyarankan agar para pelaku usaha melakukan antisipasi. Cara dengan bisa memikirkan seperti apa nantinya pasca Corona berlalu.

"Tomorrow is mystery. Kalimat itu kalau dengan teliti dipahami, akan bisa membayangkan apa yang akan datang. Jadi kita dari sekarang, bukan besok, harus melakukan antisipasi pada saat New Normal nanti. Ini harus dilakukan sungguh-sungguh," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Buka-bukaan soal Wacana Mal hingga Spa Dibuka dan Ekonomi Bisa Pulih

Adanya Covid-19 membuat adanya perubahan perilaku digital. Setidaknya terdapat lompatan besar dalam aktivitas digital, terutama di negara-negara yang telah memberlakukan lockdown maupun pembatasan wilayah.

Peningkatan signifikan dalam penggunaan media sosial, dengan fitur panggilan video. Ini menjadi titik perhatian baru.

Berikut ini ulasan lengkap mengenai perubahan perilaku digital, seperti dikutip dari data "Digital 2020 April Global Statshot Report'', yang diungkap oleh CEO of Kepios dan Chief Analyst DataReportal Simon Kemp, seperti dikutip dari The Next Web, Sabtu (2/4/2020).

1. Pengguna Internet

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet dan pengguna media sosial di seluruh dunia telah meningkat lebih dari 300 juta selama 12 bulan terakhir.

Analisis DataReportal menunjukkan bahwa 4,57 miliar orang sekarang menggunakan internet, meningkat lebih dari 7% dibandingkan tahun lalu.

 

2. Pengguna Media Sosial

Pengguna media sosial tumbuh lebih cepat, naik lebih dari 8% sejak April 2019 hingga mencapai 3,81 miliar hari ini.

Penggunaan media sosial global belum cukup mencapai angka penetrasi 50%, tetapi tren terbaru menunjukkan bahwa kita harus melewati tonggak penting ini sebelum akhir 2020.

3. Pengguna Ponsel

Jumlah orang yang menggunakan ponsel juga meningkat, dengan jumlah pengguna global meningkat 128 juta selama dua 12 terakhir.

GSMA Intelligence melaporkan sebanyak 5,16 miliar pengguna ponsel pada awal April 2020. Artinya, bahwa sekitar dua pertiga dari total populasi dunia menggunakan ponsel saat ini.

4. Perangkat Digital

Penelitian terperinci dari GlobalWebIndex mengungkapkan bahwa orang-orang di seluruh dunia telah menghabiskan lebih banyak waktu pada perangkat digital mereka sebagai akibat dari penguncian corona virus.

Lebih dari tiga perempat (76%) pengguna internet berusia antara 16 dan 64 di negara-negara yang disurvei mengatakan, mereka telah menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan smartphone mereka dalam beberapa minggu terakhir dibandingkan dengan perilaku pra-lockdown, dengan hampir 4 dari 5 wanita melaporkan peningkatan penggunaan seluler.

5. Menonton Televisi

Mungkin tidak mengejutkan, orang-orang melaporkan bahwa mereka telah menghabiskan lebih lama menonton televisi juga, dengan lebih dari sepertiga (34%) pengguna internet di 17 negara dalam studi Corona virus khusus GlobalWebIndex mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan smart TV dan perangkat streaming khusus seperti Apple TV dan Amazon's Fire Stick.

Data lain juga mendukung temuan ini, dengan jaringan AT&T Amerika melaporkan bahwa lalu lintas Netflix telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa selama penguncian coronavirus AS.

Kebanyakan pengguna juga telah mendaftar untuk layanan streaming, dengan Disney+. Pertumbuhan selama tiga bulan pertama tahun 2020 ini cukup mengesankan.

Peluncuran platform baru-baru ini di Eropa dan India telah membantu meningkatkan jumlah pelanggan menjadi lebih dari 50 juta hanya dalam lima bulan sejak peluncurannya. Sementara basis pelanggan platform tersebut tumbuh hampir dua kali sejak awal 2020.

Netflix juga telah melihat basis penggunanya tumbuh sejak awal tahun. Perusahaan mengumumkan bahwa Netflik mampu menjaring 16 juta pelanggan baru ke layanannya dalam tiga bulan pertama tahun 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini