Hitung-hitungan BLT Rp600 Ribu, Cukupkah Topang Kebutuhan Hidup?

Rani Hardjanti, Jurnalis · Kamis 14 Mei 2020 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 320 2213901 hitung-hitungan-blt-rp600-ribu-cukupkah-topang-kebutuhan-hidup-1aUcjBvqqY.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah sebesar Rp600 ribu sengaja digulirkan oleh pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Namun apakah besaran BLT tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup?

Di beberapa provinsi, besaran BLT bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan per individu tiap bulan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Akui Data Penerima Bansos Masih Bermasalah

Dikutip dari Riset Lifepal, Kamis (14/5/2020), berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah sebagai stimulus untuk menopang perekonomian dan meringankan beban masyarakat akibat Pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial telah mendistribusikan bantuan sembako kepada 1,2 juta masyarakat miskin di DKI Jakarta.

 Rupiah Melemah Pagi Ini ke Rp15.525/USD  

Bantuan sembako tersebut ditaksir bernilai Rp300 ribu dan akan diserahkan dua kali dalam sebulan. Sementara untuk warga di luar Jabodetabek, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memberikan dana BLT senilai Rp600 ribu per keluarga setiap bulannya selama 3 bulan.

Bujet untuk bantuan dialokasikan dari anggaran Dana Desa yang semula untuk pembangunan infrastruktur desa, untuk sementara dialihkan guna membantu masyarakat.

BLT Rp600 ribu dibanding rerata biaya hidup masyarakat Indonesia

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) total biaya kebutuhan hidup masyarakat Indonesia per kapita atau per kepala rata-rata Rp1,3 jutaan per bulan. Rinciannya, Rp620 ribuan untuk kebutuhan makanan dan sisanya, Rp729 ribuan untuk kebutuhan non-makanan.

Dari angka ini jelas bahwa BLT sebesar Rp600 ribu per bulan per keluarga yang diberikan oleh pemerintah, belum cukup untuk memenuhi keseluruhan biaya hidup masyarakat yang terdampak. Bahkan, angka yang diberikan belum melebihi kebutuhan biaya makan per-individu setiap bulannya. Apalagi jika anggota keluarga lebih dari 1 orang, tentunya biaya yang dibutuhkan lebih besar lagi.

Baca juga: Presiden Jokowi Harap Bansos Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Padahal, saat ini sudah menginjak tahun 2020. Artinya biaya hidup tentunya cenderung meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2018 silam

Biaya hidup di provinsi ini justru jauh di atas nominal BLT

Jika dilihat per provinsi, BLT Rp600 ribu masih belum mampu memenuhi kebutuhan makan per orang di 20 provinsi, di mana Provinsi DKI Jakarta menempati urutan teratas.

 Rupiah Melemah Pagi Ini ke Rp15.525/USD

Di DKI Jakarta, biaya makan untuk per bulan per orang sekitar Rp847 ribuan, di Kepulauan Riau Rp774 ribuan, di Bangka Belitung Rp757 ribuan, di Papua Rp749 ribuan, dan di Kalimantan Timur Rp741 ribuan.

Jadi bisa disimpulkan, berdasarkan data biaya hidup per kapita dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 lalu, BLT senilai Rp600 ribu itu tidak cukup untuk memenuhi total biaya hidup bulanan di provinsi tersebut.

Bagi warga Jateng dan NTT, BLT Rp600 ribu cukup untuk kebutuhan makan per individu

Data BPS menunjukkan, ada pula provinsi-provinsi yang biaya hidup makan per bulan per orangnya masih di bawah nominal BLT Rp600 ribu. BLT lebih tinggi dari biaya makan per individu per bulan

Bagi warga Jawa Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur, Rp600 ribu sudah mampu memenuhi biaya kebutuhan akan makanan per kepala per bulan.

Biaya untuk kebutuhan makanan per kepala selama satu bulan di Jawa Tengah sekitar Rp490 ribuan, di Gorontalo Rp500 ribuan, di Sulawesi Barat sekitar Rp505 ribuan, Sulawesi Tenggara Rp534 ribuan, dan di Nusa Tenggara Timur Rp540 ribuan, masih di bawah besaran BLT.

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini ke Rp16.445 per USD

Bertahan Hidup di Tengah Covid-19

Tentunya, bantuan tunai dari pemerintah diharapkan untuk meringankan beban dan bukan untuk memfasilitasi keseluruhan biaya hidup masyarakat. Masyarakat diharapkan menjalankan langkah-langkah cerdas untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan mendasar selama pandemi Covid-19 ini.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara menghemat pengeluaran, tidak membeli barang-barang yang bukan kebutuhan pokok, memanfaatkan tabungan jika ada, dan jika tidak ada, bisa menggadaikan aset-aset yang berharga.

Tentunya kita berharap yang terbaik bagi mereka yang kehilangan sumber penghasilan, semoga dapat menemukan jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini