Proyek Jalan Tol Bengkulu-Sumsel Dikebut di Tengah Covid-19

Demon Fajri, Jurnalis · Minggu 17 Mei 2020 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 17 320 2215314 proyek-jalan-tol-bengkulu-sumsel-dikebut-di-tengah-covid-19-TXz6yvqB89.png Tol Bengkulu-Sumsel (Foto: Ist)

BENGKULU - Pengerjaan konstruksi jalan tol ruas Bengkulu-Sumatera Selatan, seksi pertama Kota Bengkulu-Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah sepanjang sekira 17,6 kilometer (km) telah dikerjakan sejak pertengahan Februari 2020.

Penanggungjawab PT Hutama Karya (HK) Bengkulu, Project Director Hutama Karya (Persero) Sri Astuti menyebut, pembebasan lahan untuk seksi pertama baru sekira 23% atau 487 warga terdampak pembangunan (WTP).

Baca Juga: Daerah Ini Minta Akses Pintu Tol Bengkulu-Lubuklinggau

Di mana, lanjut Sri, masih ada sekira 330 WTP di tiga desa di Kabupaten Bengkulu Tengah, yang lahannya belum dibebaskan.

''Dari 17,6 kilometer yang harus dibangun lahan yang sudah tersedia kurang lebih 23%. Progres yang kami capai cukup pesat karena memang lahannya mendukung,'' kata Sri, dalam keterangannya, Minggu (17/5/2020).

Pengerjaan jalan tol yang menghubungkan Provinsi Bengkulu - Provinsi Sumatera Selatan, sampai Sri, sepanjang sekira 96,8 kilometer (km) ini bakal mendapat pengawalan dari Polda Bengkulu.

Pengawalan tersebut, kata Sri, dimaksudkan agar proyek strategis nasional dengan nilai investasi mencapai Rp33,12 triliun itu terbebas dari gangguan dan huru-hara pihak tak bertanggungjawab .

''Pengawalan pengerjaan jalan tol tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Polda Bengkulu dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) selaku pemegang kontrak pengerjaan jalan tol,'' jelas Sri.

Baca Juga: Pembangunan Tol Trans Sumatera Berlanjut, Palembang-Bengkulu Segera Tersambung

Ditambahkan Koordinator Legal dan Humas PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Chandra Irawan memastikan, meski di tengah pandemi covid-19 pengerjaan jalan tol tetap dilanjutkan, dengan mematuhi protokol keselamatan dan pencegahan penularan Covid-19.

''Pembangunan ini tidak bisa berhenti, ini demi kemajuan Provinsi Bengkulu jadi pembangunannya tetap harus dikebut tapi tetap mematuhi protokol Covid-19,'' katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini