Dampak Covid-19, Denda Iuran BPJS Kesehatan Diturunkan Jadi 2,5%

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 320 2215918 dampak-covid-19-denda-iuran-bpjs-kesehatan-diturunkan-jadi-2-5-pHn5Nn4QDV.jpg BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menurunkan besaran dendan iuran BPJS Kesehatan pada tahun ini. Hal ini dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menunggak dapat mengaktifkan kembali kepesertaannya dengan hanya melunasi tunggakan iuran selama 6 bulan, turun dari keharusan pelunasan 24 bulan.

Baca Juga: Subsidi Peserta Kelas III BPJS Kesehatan hingga Akhir Tahun

“Sisa tunggakan yang belum terbayar, diberi kelonggaran sampai dengan tahun 2021,” ujar Airlangga, dalam keterangannya, Senin (18/5/2020).

Selain itu, pembayaran denda atas pelayanan adalah sebesar 5% dari perkiraan paket Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs). Namun sebagai bentuk dukungan di masa pandemi Covid-19, untuk tahun 2020 hanya dikenakan denda sebesar 2,5%.

Baca Juga: Iuran Naik, BPJS Kesehatan Kembali Sehat?

Sementara itu, Perpres 64/2020 ini juga mengatur bahwa besaran iuran untuk setiap segmen kepesertaan akan ditinjau paling lama 2 (dua) tahun sekali menggunakan standar praktik aktuaria jaminan sosial yang lazim dan berlaku umum.

“Tentunya dengan mempertimbangkan tingkat inflasi di bidang kesehatan, biaya kebutuhan jaminan kesehatan, dan kemampuan membayar iuran. Pengusulannya oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) kepada Presiden RI,” ujar.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini