2 Bulan Tutup, Omzet Tanah Abang Turun hingga Rp6 Triliun

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 320 2216051 2-bulan-tutup-omzet-tanah-abang-turun-hingga-rp6-triliun-TldIQloPIR.jpg Pasar Tanah Abang Tutup. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang digalang pemerintah sejak beberapa waktu lalu membuat gerak aktivitas masyarakat dibatasi. Tak hanya itu, sebagian besar sektor industri terpaksa ditutup, termasuk pusat grosir tekstil terbesar, pasar Tanah Abang.

Ditutupnya pusat industri tekstil terbesar di Asia Tenggara membuat omzet Tanah Abang turun drastis. Ketua Koperasi Tanah Abang, Yasril Umar mengatakan, kerugian ditaksir hingga Rp6 triliun.

Baca Juga: Ditutup Dampak Corona, Omzet Pedagang di Pasar Tanah Abang Anjlok hingga 50%

"Omzet sangat jauh merosot. Bayangkan saja jika sehari biasanya bisa dapat Rp100 miliar, sedangkan kita sudah tutup selama 2 bulan," ujarnya saat dihubungi Okezone pada Senin (18/5/2020).

Selain itu, Yasril juga turut merasakan kesedihan yang dialami para pedagang. Pasalnya, menjelang lebaran merupakan lahan emas untuk para pedagang tekstil karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar berburu baju baru.

Baca Juga: Masih Darurat Bencana Covid-19, Pasar Tanah Abang Tetap Tutup Besok

"Ikut prihatin juga sama para pedang. Pasti uangnya juga kan sudah habis. Kadang sudah dipakai buat modal tetapi jadi enggak bisa jualan karena pandemi covid-19 ini," paparnya.

Sebelumnya,  Perumda Pasar Jaya akan menunda pembukaan pasar di kawasan Tanah Abang yang sudah dimulai penutupan sementara sejak 27 Maret lalu. Adapun perpanjangan waktu penutupan ini dilakukan meliputi Pasar Tanah Abang Blok A, Pasar Tanah Abang Blok B dan Pasar Tanah Abang Blok F. Hanya Pasar Tanah Abang Blok G saja yang masih buka seperti sebelumnya namun itupun terbatas kepada pedagang yang berjualan jenis bahan pangan saja.

Penundaan pembukaan kembali Pasar Tanah Abang yang terkenal dengan perdagangan tekstil ini sendiri berlandaskan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No.361 Tahun 2020 tentang perpanjangan status tanggap darurat bencana Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta. Hal ini menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19 di Jakarta.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini