Fenomena Tanah Abang Ramai saat PSBB, Pedagang Terhimpit Keadaan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 320 2216394 fenomena-tanah-abang-ramai-saat-psbb-pedagang-terhimpit-keadaan-9uz6Lqn821.jpg Tanah Abang (Okezone)

JAKARTA - Pasar Tanah Abang masih belum dibuka kembali saat wabah virus Corona atau Covid-19. Hal tersebut membuat para pedagang memberanikan diri berjualan di kaki lima sekitar Tanah Abang.

Bahkan, saat pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masih terlihat sejumlah titik yang ramai. Termasuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan sekitaran Gedung Blok G Pasar Tanah Abang.

 Baca juga: PKL Tanah Abang Nekat Buka Lapak, Ekonom: Bansos Tak Merata

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira mengatakan, longgarnya pengawasan PSBB membuat masyarakat masih memberanikan diri berjualan dan berpergian ke keramaian tersebut.

"Karena PSBB yang masih longgar, jadi konsumen tetap membeli dan pedagang juga tetap berjualan," ungkap Bhima saat dihubungi Okezone Selasa (19/5/2020).

 Baca juga: Pasar Tanah Abang Ditutup, Pedagang Macet Bayar Anggota Koperasi

Apalagi, lanjutnya stimulus akan PSBB dinilai belum cukup besar. Padahal, Malaysia berhasil dengan konpensasi yang besar membuat para pedagang menuruti langkah pemerintah untuk tidak berjualan di sembarang tempat.

"Namun sayangnya stimulus penggantian kompensasi di Indonesia masih tergolong kecil, yakni hanya 2.5%," jelas Bhima.

Selanjutnya, Bhima mengatakan, ini menjadi tidak adil bagi para pedagang yang berjualan di Gedung Pasar Tanah Abang. Karena mereka sudah membayar sewa, namun tidak bisa berjualan.

 Baca juga: Marak PKL Berjualan di Tengah PSBB, Ketua Koperasi Tanah Abang: Memang Dilematis

"Nah ini kan juga jadi liar. Rasanya enggak adil kalau pedagang yang sudah bayar sewa tidak bisa jualan sedangkan mereka yang enggak bayar sewa bisa jualan di pinggir jalan," tutur Bhima.

Keramaian tersebut, lanjutnya karena tidak ada ketegasan dari pemerintah. Perlunya diberikan arahan dan juga protokol penanganan saat berjualan di pinggir jalan.

"Yang saya khawatirkan adalah munculnya penyebaran virus corona baru kluster Tanah Abang," ujarnya.

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya akan menunda pembukaan pasar di kawasan Tanah Abang yang sudah dimulai penutupan sementara sejak 27 Maret lalu. Seyogianya bisnis pasar tersebut akan dibuka pada Senin hari ini. Akan tetapi karena masa tanggap Covid-19 masih berlangsung hingga 19 April mendatang maka pembukannya ditunda sementara.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini