nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Bulog Sesalkan Izin Impor Gula yang Terlambat

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 12:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2217955 bos-bulog-sesalkan-izin-impor-gula-yang-terlambat-PBaXiMxHE1.jpg Direktur Utama Bulog Budi Waseso. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga gula pasir utamanya di pasar tradisional sangat tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram (Kg). Naiknya harga gula karena ketersedian stok tidak mencukupi permintaan masyarakat.

Sebeneranya, Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, Bulog sudah mengantisipasi kelangkaan gula ini pada akhir 2019. Bulog pun kemudian mengajukan permintaan impor gula.

Baca Juga: Bulog Guyur 22.000 Ton Gula Impor India

“Sejak awal kami sudah mengantisipasi dan minta kuota impor gula pada akhir 2019, namun izin impor Bulog baru diberikan pada 7 April 2020, sehingga menyebabkan suplai gula terlambat,” kata Budi Waseso yang akrab disapa Buwas, dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020).

Bulog memiliki kuota impor gula sebanyak 50.000 ton. Hingga saat ini baru 22.000 ton gula impor yang tiba dari India dan sudah disalurkan kepada masyarakat.

Baca Juga: Dirut Bulog Sebut Harga Gula Mulai Terasa Normal

“Pada 5 Mei, Bulog menggelontorkan gula yang baru datang dari India dan langsung didistribusikan ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa harga gula pasir di tingkat konsumen sejak menjelang bulan Ramadhan melonjak hingga Rp20.000 per kilogram sehingga perlu intervensi yang masif dari pemerintah. Dengan stok yang dikuasai, Bulog sangat optimis dapat menekan harga gula kembali ke HET Rp12.500 per kilogram.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini