nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kondisi Tak Menguntungkan, Ini Strategi KAI Lawan Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 17:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2218169 kai-upayakan-tak-akan-ada-phk-meski-kondisi-tak-menguntungkan-RmMtAwCjQ1.jpg KAI (Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi virus Corona. Apalagi virus Corona berpengaruh besar pada kinerja perusahaan karena dibatasinya akitivitas orang.

Direktur Utama KAI Didiek Hartyanto mengatakan salah satu yang menjadi fokus perseroan adalah dengan melindungi orang. Perlindungan orang ini dilakukan dari mulai karyawan hingga penumpang pun dipastikan akan dilindungi dengan maksimal.

 Baca juga: KAI Pastikan Tak PHK Karyawan meski Bisnis Terhantam Corona

"Memang peralihan management kepada kami pada saat tidak menguntungkan dimana kita terdampak covid. Untuk menangani covid ini pertama strategi kami memproteksi people," ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (22/5/2020).

Menurut Didiek, perlindungan pada pegawai yang dilakukan meliputi proteksi dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan. Dari sisi kesehatan, para pegawai kereta api dilakukan dengan cara memberikan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dari mulai masker, hand sanitizer hingga face Shield atau tameng pelindung muka.

 Baca juga: Penumpang Kereta Tak Bawa Masker, Dirut KAI: Kita Berikan

"Pertama pegawai KA memberikan perlindungan dengan melengkapi APD yg lengkap. Terutama pegawai front line APD lengkap, masker, handsanitizer, sehingga untuk meyakinkan pegawai kami terlindungi dari Covid," jelasnya.

Sementara itu dari sisi kesejahteraan, dilakukan dengan memastikan kepada seluruh pegawai tidak di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ataupun dirumahkan. Bahkan, gaji pegawai dan Tunjangan Hari (THR) pun tetap dibayarkan tepat waktu dan sesuai nilainya.

"Kedua melindungi dari sisi kesejahteraan,. Kami tidak ada PHK kepada seluruh pegawai. Total 46.000 pegawai 36.000 induk organik sisanya di anak perusahaan, Gaji kita kasih sesuai hak bersangkutan. THR juga kami bayarkan pada waktunya," jelasnya.

 Baca juga: Bisnis KAI Terganggu karena Anjloknya Jumlah Penumpang, Bakal PHK 46.000 Karyawan?

Tak hanya itu perseroan juga berkomitmen untuk melindungi para penumpangnya. Adapun caranya yakni dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan instruksi pemerintah dari mulai jaga jarak hingga menyediakan handsanitizer.

"Kami juga melindungi para pelanggan. Kami tetapkan protokol kesehatan sehingga penumang harus gunakan masker dan dilengkapi dengan wastafekl untuk cuci tangan. Tempat duduk ruang tunggu juga ada juga jarak," jelasnya.

Selain itu perseroan juga membatasi jumlah penumpang yang diangkut menjadi hanya 50% saja dari total kapasitas yang ada. Hal ini berlaku untuk kereta jarak jauh maupun Kereta Rel Listrik (KRL).

"Kereta juga kita lakukan pembersihan disinfektan, tempat duduk kita atur jarak jauh maksimal 50%. Sehingga ada jarak yang cukup. KRL juga kita batasi dimana kapasitas bisa 200 orang per kereta (gerbong) ini dibatasi 60 sampai 70," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini